Buaya Muara Berkeliaran di Sungai Asahan

Kisaran, (Analisa). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKS­DA) Re­sort Tanjungbalai Asa­han mengimbau masya­rakat yang ber­domisili di sepanjang Sungai Asahan, agar berhati-hati ke­tika mela­kukan aktivitas di sungai, ka­rena masih banyak buaya berkeliaran di sungai dan akan mengancam ke­selamatan war­ga.

Hal itu dikatakan Kepala Resort BK­S­DA Tanjungbalai Asahan, Arief Hi­dayat didam­pingi stafnya Selly Siahaan dan Kepala Polisi Hutan (Polhut) Asa­han, TR Naing­golan SH MAP saat akan membawa buaya muara yang berhasil d­i­tangkap warga Ke­camatan Sei Paham Ke­cama­tan Sei Payang, ke penang­karan di­ daerah Simpang Gabus Limapuluh Ka­bupaten Batubara, Kamis (21/4) di Kisaran.

“Kita  imbau hati-hati, ka­rena sebelumnya juga warga pernah me­nang­kap buaya di Sungai Silau tahun lalu,” ujar Arief.

Arief mengakui, Sungai Asahan me­rupakan habitat tem­pat tinggal dan ber­kem­bang biaknya buaya muara. “Sei­ring bertambahnya jum­lah penduduk, mem­buat ma­syarakat banyak bermu­kim di dekat sungai tentu hal ini me­ngan­cam keselamatan war­ga, karena itu perlu hati-ha­ti,”paparnya.

Dia menjelaskan, buaya muara yang diperkirakan ber­usia tiga tahun itu ditangkap  warga saat terjerat jaring di per­airan Sei Lobah Keca­matan Sei Kepayang, Selasa sore (19/4).

Buaya yang terjerat itu akhirnya ber­­hasil dibawa ke darat dan menjadi ton­­tonan warga. Setelah berkoordi­nasi de­ngan Polsek setempat, un­tuk meng­­an­tisipasi agar tidak mem­ba­ha­ya­kan ma­syarakat, kepolisian meng­hubungi BK­SDA Resort Tan­jung­­balai Asahan.

Dijelaskannya lagi predator sungai yang ditangkap itu diperkirakan me­miliki pan­jang 2,9 meter dan berat ku­rang lebih 100 kg dan memi­liki kelamin be­tina.

“Pastinya buaya itu dapat me­mangsa ternak bahkan manusia,” pa­par­nya dan mengatakan ini merupakan isy­arat buaya muara masih banyak di Su­ngai Asahan. (aln)

()

Baca Juga

Rekomendasi