Pemko Sidimpuan Rehabilitasi Pajak Batu dan Buah

Padangsidimpuan, (Analisa). Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan akan merehablitasi bangunan Balairung (Pajak) Batu di jalan Dr Wahidin dan Jalan Prof HM Yamin (pusat kota). 

"Pemko Sidimpuan telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp.1,4 Miliar lebih untuk memperindah dan mempercantik bangunan tua itu," ujar Kadis Perindustirian, Perdagangan, UKM dan Pasar Drs Nurman melalui Kepala Bidang Pasar, Hariri Hasibuan kepada wartawan, Senin (24/5).

Dijelaskan, rehablitasi yang sama dilakukan terhadap Pajak Buah dengan memakai anggaran yang sama. "Kita telah buat time skedul selama 180 Hari untuk merehabilitasi pajak Batu dan Pajak Buah pada Tahun 2016 ini," terangnya. 

Terkait pedagang yang saat ini berkisar 411 pedagang di Kios Pajak Batu Hariri menjelaskan, akan direlokasi sementara secara bertahap. Pemko Sidimpuan katanya tidak merubah konstruksi bangunan dari aslinya karena Pajak Batu tersebut merupakan salah satu bangunan yang memiliki nilai sejarah.

"Kita hanya sebatas rehabilitasi sebagian bangunan yang termakan usia serta ketinggalan zaman, bentuk bangunan lama akan dipertahankan dan dijadikan sebagai cagar budaya," katanya. 

Untuk pajak buah yang bangunanya hanya berbentuk lapak atau meja biasa tanpa dinding tambahnya akan dibangun dengan konsep baru dengan desains bangunan modern di tambah taman kota disebelahnya. 

"Lokasi pajak buah yang persis berada di Jalan Sudirman bersebelahan dengan pajak batu tetap menjadi tempat pedagang berjualan buah dengan sedikit penambahan kios perpaduan dengan kios tani," terangnya. 

Kios Tani katanya, juga dianggap penting bagi daerah sebagai media peromosi hasil pertanian daerah sendiri yang jauh dari pengunaan pestisida.  "Disini nantinya kita mendapatkan sayuran organik tidak menggunakan kimia dalam perawatannya," katanya. 

Di sisi lain katanya, pajak buah yang sekarang ini berjumlah 24 meja akan diciutkan menjadi 10 kios dengan modernisasi (pintu buka depan dan belakang), disamping kios buah ini dibangun taman hijau agar bernuansa alami. 

"Komunikasi dan koordinasi dengan pedagang sudah kita lakukan walau permintaan pedang yang kurang terpenuhi yang berharap pembangunannya setelah lebaran.Pemerintah tidak bisa memenuhi permintaan pedagang karena dikejar target waktu pelaksanaan dan penyiapannya," ujarnya. 

Sementara Kantor Pos Polisi kota yang persis berada di depan Pajak Batu katanya juga akan turut direhabilitasi. "Nantinya untuk sementara keberadaan pos polisi itu juga akan direlokasi," ungkapnya. (hih)

()

Baca Juga

Rekomendasi