Delapan Poster Kampanye Terkenal Sepanjang Masa

POSTER "Hope (Hara­pan)" yang diusung Barack Obama adalah sebuah gam­bar sosok Barack Obama yang didesain seniman She­pard Fai­rey dan dikenal luas  men­ja­di ikon serta dikaitkan dengan Kampanye Barack Obama.

Selama masa kampanye pos­ter berperan penting da­lam kegiatan politik. Pemili­han gam­bar, slogan yang epik, dan gaya artistik dapat ‘menghip­notis’ orang untuk ikut me­miliki pandangan se­rupa de­ngan sang pembuat poster.

Lihat saja bagaimana fen­omenalposter kampanye Presiden Barack Obama pada 2008 lalu, tak hanya bagi rak­­­yat AS, namun juga se­luruh du­nia. Sebagian bahkan meng­­klaim, kemenangan Oba­­ma tak lepas dari peran poster tersebut.

Ternyata, tak hanya di AS, sejumlah negara di dunia pun memiliki poster bersejarah yang dikenang sepanjang ma­sa.

Seperti dikutip dari BBC, Minggu barusan, berikut  delapan poster kampanye kla­sik yang mewar­­nai suasana pemilu;

1. Prancis – 1915

Poster ini mungkin dapat dikatakan sebagai yang pa­ling tua. Dirilis pada Februari 1915, poster rancangan Au­dino ini lahir karena mun­culnya larangan penjualan absinthe, minuman beralko­hol yang diberi perisa adas atau anise dan dibuat dari apsintus atau wormwood.

Di dalam poster tampak ‘Peri Hijau’ absinthe yang digambarkan sebagai Joan of Arc.  Dia diikat dan dibakar hidup-hidup sementara dari balik awan muncul wujud ‘hantu’ sang peri dengan lam­bang negara Swiss.

Pada awalnya pem­buatan­nya, absinthe ditujukan seba­gai obat karena apsintus di­kenal dapat menyem­buh­kan penyakit. Namun Kandungan alkohol pada absinthe menca­pai 68 persen sehingga berba­haya bagi peminumnya.

Karena itu absinthe pernah dilarang di sejumlah negara selama beberapa tahun, termasuk Swiss.

2. Rusia – 1917

Poster ini mewarnai pe­mungutan suara dalam pemi­lu bebas yang diikuti dengan pembubaran Duma, lembaga legislatif bawah di Rusia  se­lama pemerintahan semen­tara pimpinan Aleksandr Ke­rensky. Kaum Bolshevik me­nyebut pemilu telah mem­be­rikan mereka kekuasaan dan mandat untuk meme­rintah.

Namun sejumlah pihak di Majelis Konstituante meno­lak untuk mendukung ide Uni Soviet milik pemimpin Bol­shevik, Lenin. Atas peno­lak­an tersebut, di hari berikutnya majelis pun dibubarkan.

Pada 7 November 1917, Le­nin dan Partai Bolshevik yang dipimpinnya meng­gulingkan pemerintahan se­mentara yang dipimpin Ke­rensky.

3. Jerman -1919

Didominasi warna merah, kuning, dan hitam, poster pe­milu 1919 Jerman juga ter­catat sebagai salah satu yang berse­jarah. Ketika itu Jerman dikenal dengan Repu­blik Weim­ar, bentuk peme­rinta­han di Jerman setelah Perang Dunia I berakhir sampai dengan naiknya Adolf Hitler pada 1933.

4. Prancis – 1925-28

Pada tahun 1925-1928, muncul sebuah poster yang mengampanyekan hak pilih bagi perempuan di Prancis. Peristiwa itu disebut sebagai gerakan yang memberikan ka­um hawa hak pilih di awal Abad ke-20.

5. Amerika Serikat – 1932

Poster ini dipublikasikan oleh Womens Organization for National Prohibition Reform (WONPR) yang didiri­kan oleh Pauline Sabin pada 1932. Tujuannya, me­ngajak para pemilik suara untuk me­milih calon yang anti-Lara­ngan dalam pemilu 1932.

Pada 1920 hingga 1933 di AS terdapat larangan pem­buatan dan penjualan alko­hol. Namun pada 5 Desem­ber, larangan tersebut ber­akhir.

6. Jerman – 1932

Pada poster yang beredar dalam pemilu 1932, Partai Te­­ngah Jerman berusaha un­tuk menggambarkan diri­nya sebagai perwujudan dari konstitusi negara itu.

Slogan mereka, ‘Benteng terakhir dari kebebasan dan ketertiban. Kebenaran, kebe­basan, hak. Pilih Partai Te­ngah’.

Dalam situasi ekonomi yang kacau pada 1929 atau dikenal dengan Wall Street Crash, terjadi pengangguran massal dan dunia perbankan mengalami kesulitan.

Peristiwa itu menyebab­kan meroketnya dukungan bagi partai-partai kanan dan kiri ekstrem. Tak lama, Nazi pun memenangkan pemilu dengan perolehan suara 37,3 persen.

Ini menjadi kemenangan pertama bagi Hitler, namun tidak adanya dukungan ma­yoritas membuat ia tidak bisa membentuk pemerin­tahan.

Pemilu kembali digelar pa­da November 1932, Nazi kembali keluar sebagai pe­menang. Lantas pada 30 Ja­nuari, Hitler diangkat men­jadi kanselir Jerman, tak lama partai politik yang tidak terkait Nazi pun dibubarkan.

7. Spanyol – 1936

Poster pemilu yang dipu­blikasikan Partai Komunis Spanyol memprovokasi agar para pemilik suara memilih Popular Front, koalisi sayap kiri yang memenangkan pe­milu dengan suara mayoritas pada Februari 1936.

Lalu, pada 17 Juli 1936, Jenderal Franco dan sejum­lah pihak meluncurkan ku­deta, memicu peristiwa Pe­rang Saudara di Spanyol.

8. Amerika Serikat – 2008

Poster ‘Hope’ Obama yang didesain oleh seniman jalanan, Shepard Fairey, telah men­jadi ikon bagi presiden AS itu.

Hanya butuh waktu satu hari bagi Fairey untuk me­rancang dan mencetak poster tersebut sebelum akhirnya dia menjual 350 eksemplar di jalan. (lpt/wkp/hfp/wrc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi