FENOMENA alam aneh selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Mulai dari keindahan tiada tara hingga potensi bencana maut. Seperti keberadaan gunung-gunung megah dan lautan memesona, yang selalu berhasil menarik perhatian pendatang dari seluruh penjuru dunia.
Banyak wisatawan yang rela menempuh perjalanan sangat jauh dan bahkan melewati jalur berbahaya, demi menyaksikan 'surga' alam tersebut.
Beberapa fenomena alam seperti danau merah jambu di Australia dan air terjun darah di Antartika, mempesona dan memanjakan mata dengan keindahan uniknya, yang juga sangat berbahaya.
Berikut keindahan-keindahan misterius Ibu Pertiwi dari seluruh penjuru dunia.
- Gelembung Metana Beku, Kanada
Pemandangan di tempat itu terlihat seperti dunia dalam cerita fiksi atau game online. Dedaunan jatuh ke dalam air akan membeku dan terlihat seperti gelembung ubur-ubur beku.
Faktanya, gelembung tersebut adalah gas metana beku yang terjebak di dalam air, sehingga menghasilkan pemandangan spektakuler.
Danau beku tersebut dapat ditemukan saat musim dingin dan terletak di garis lintang utara Danau Abraham di Banff National Park, Alberta, Kanada, dan di Lautan Arktik di Siberia.
Gelembung gas tersebut terbentuk ketika daun gugur, rumput, dan binatang mati jatuh ke dalam air danau. Tumbuhan dan hewan tersebut kemudian tenggelam dan dimakan oleh bakteri yang menghasilkan metana.
Gas tadi dikeluarkan dalam bentuk gelembung yang kemudian berubah menjadi ribuan piringan es, saat bersentuhan dengan dinginnya air danau.
Walaupun menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan, keindahan tersebut juga mengundang ancaman bahaya.
Menurut seorang ahli, Mayur Kanaiya, selain menghasilkan efek rumah kaca yang bisa menyebabkan pemanasan global, piringan es tersebut juga sangat mudah terbakar.
Saat musim dingin berlalu, es mencair dan gelembung tersebut akan meletus dengan 'elegan', dan juga sangat berbahaya. Jika terkena percikan api, maka niscaya bakal terjadi ledakan dahsyat yang mematikan.
- Air Terjun Darah, Antartika
Air terjun darah merupakan aliran air dari gletser yang ada di Antartika. Di lembah kering McMurdo, Antartika, air terjun warna darah mengaliri lima lapisan Glacier Taylor menuju danau Bonney.
Air aliran yang berwarna merah pekat tersebut, tentu saja bukan merupakan darah asli. Warna tersebut muncul akibat adanya pembentukan gletser di atas danau berusia lima juta tahun tersebut.
Ketika gletser jatuh dan mulai membeku di atas danau, air yang terdapat di bawahnya berubah menjadi asin.
Kandungan air asin yang terperangkap di dalam danau tersebut makin bertambah dari hari ke hari, hingga detik ini, dan semakin sulit untuk dibekukan.
Danau tersebut terperangkap di bawah es dan tidak memiliki kontak dengan atmosfer, tak mendapatkan sinar matahari dan oksigen.
Ketika subglacial merembes melalui celah yang terdapat pada gletser, air danau yang kaya akan zat besi tersebut disambut oleh udara dan karat. Hal itulah yang menyebabkan air terjun tersebut memiliki air berwarna merah darah.
- Batu 'Berlayar', AS
Misteri batu 'berlayar' masih menjejali pikiran ilmuwan. Mereka masih bertanya-tanya bagaimana mungkin benda seberat 300 kilogram, dapat bergerak sendiri melintas sepanjang 250 meter di daratan kering danau.
Jejak yang ditinggal oleh batu tersebut juga aneh. Bukannya memiliki jalur lurus, benda itu 'berjalan' berbelok-belok.
Menanggapi misteri tersebut, beberapa teori mulai bermunculan. Mulai dari pengaruh medan magnet, intervensi alien, hingga ulah tangan jahil.
Akhirnya, seorang ilmuwan NASA, Ralph Lorenz, melakukan sebuah penelitian tentang misteri batu 'berlayar' tersebut, dengan menggunakan model tiruan.
Ralph menggunakan sebuah batu kecil yang dibekukan dalam air sedalam satu inci pada sebuah Tupperware. Dia lalu menemukan penyebab bergeraknya benda tersebut, Ice Shove , fenomena di mana es menyentak dari danau atau lautan ke darat.
Salah satu tempat yang populer dengan penampakan batu 'berlayar' adalah Death Valley's Racetrack Playa, California. Pada musim dingin, Racetrack Flaya terisi air es sehingga mengakibatkan batu besar di danau tersebut terselimut es.
Berkat daya apung es, angin dapat dengan mudah mengangkut batu-batu tersebut, membuatnya terlihat seakan berjalan sendiri. Batu dengan dasar yang lebih kasar akan meninggalkan jejak lurus, sedangkan yang mulus akan melayang dan berbelok-belok. Fenomena alam unik ini juga dapat ditemukan di Little Bonne Claire Playa, Nevada.
- Pantai Tersembunyi
Siapa yang tidak ingin menghabiskan waktu bersama dengan orang yang dikasih, berada di sebuah pantai tersembunyi, tidak ramai, air jernih, dan cahaya matahari.
Pantai rahasia Playa Del Amor terletak di salah satu Kepulauan Marieta di lepas pantai Meksiko. Fenomena tersebut terjadi akibat adanya percobaan peledakkan bom, pada awal tahun 1900-an.
Percobaan tersebut menyebabkan lubang besar terbentuk di permukaan pulau. Seiring dengan berlalunya waktu, lubang tersebut terisi oleh pasir dan air, membentuk pantai kecil.
- Danau Merah Muda Hillier, Australia
Di sebuah pulau terbesar di barat Australia, terlihat pemandangan yang nampak tak nyata. Di sana terdapat danau berwarna merah muda cerah bernama Lake Hillier yang menarik para wisatawan maupun peneliti.
Berdasarkan spekulasi terakhir, warna merah muda itu disebabkan oleh alga. Namun dalam penelitian terbaru, peneliti mengkonfirmasi bahwa kehadiran mikroba extremophille berkontribusi terhadap warna yang dihasilkan danau sepanjang 600 meter itu.
Danau tersebut ditemukan pertama kali oleh SciSchow di tahun 2013 dan memacu minat para peneliti. Pengunjung dapat menikmati keindahan danau tersebut dari helikopter atau pesawat terbang, dan jalur darat.
Walaupun memiliki warna yang tak wajar, Hillier tidak beracun dan aman bagi bagi pengunjung yang ingin berenang.
- Lingkaran Peri, Namibia
Lingkaran peri telah menjadi misteri bagi kalangan ilmuwan selama beberapa dekade. Padang gurun Namibia menyimpan keindahan yang menakjubkan sekaligus mengerikan.
Gurun itu memiliki permukaan berlubang-lubang seperti sarang lebah, dengan kedalaman 12 hingga 15 meter. Para ilmuwan menduga padang itu menjadi berlubang akibat adanya radioaktif Bumi atau racun yang dikeluarkan tanaman, 'membunuh' tumbuhan dan meninggalkan jejak lingkaran.
Praduga lainnya menyebutkan, lingkaran tersebut dihasilkan oleh rayap pasir yang menghama tanaman. Sementara itu, petani lokal percaya bahwa lubang Lingkaran Peri adalah jejak kaki dewa. (bbc/es)










