Tanjungmorawa, (Analisa). Vihara TDS Angsapura unit kerja Yayasan Sosial Angsapura (Yasora) Medan di kawasan Tanjung Morawa diresmikan dengan ritual sembahyang dipimpin sejumlah suhu, baru-baru ini.
Ritual dilengkapi sesajian makanan dan minuman serta bahan kebutuhan pokok, dihadiri Ketua Umum Yasora Toni Harsono, Eddy Iskandar Ketua Membidangi Pemeriksaan Yasora, Bendahara Umum Haryanto, Franky Wistan Ketua Membidangi Organisasi dan Humas, Ronald Tok Ketua Membidangi Olahraga dan Pemuda, Effendi Simin Ketua Membidangi Sosial, Wakil Ketua Membidangi Kesehatan Dr Leo Mery MKes, Eddy Salim dan Halim Loe. Ketua Membidang Taman Damai Sejahtera Drs Tirta Salim, Djumin Ketua Badan Pembina, Hakim Tanjung dan Eddy Chandra Wakil Ketua Pembina, Ardjan Leo Sekretaris Pembina, Ketua Badan Pengawas Drs Tarman Hartono MM, Tety Wakabid Organisasi dan Wakabid Humas Djono Ngatimin SH, Camat Tanjung Morawa Timur Tumanggor, Kepala Desa Tanjung Morawa B Jefri, mewakili Polsek Tanjung Morawa, perwakilan Dan Ramil Tanjung Morawa, perwakilan Pengurus dan Anggota Perwakilan Yasora di Sumut, Pembimas Budha Sumut Ketut Supardi dan Tokoh Masyarakat.
Ketum Yasora Toni Harsono menggatakan, Taman Damai Sejahtera (TDS) Angsapura mulai dibangun sejak 2003. Pembangunan vihara dilengkapi krematorium dan kolumbarium di lahan kurang lebih 3 hektare, selain sarana ibadah serta membantu masyarakat Tionghoa mengurus pembakaran jenazah dan penyimpanan abu, juga membantu program pemerintah meminimalisir penggunaan lahan produktif untuk tempat pemakaman.
“Labih baik lahan produktif tersebut digunakan untuk pertanian. Untuk itu, kita ucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Kabupaten Deliserdang yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan TDS Angsapura di kawasan Deliserdang. Selain itu, ucapan terima kasih kepada pengurus vihara dan organisasi Budhis di Sumut yang telah berupaya meyakinkan masyarakat Tionghoa untuk memilih kremasi,” ujar Toni Harsono.
Dia berharap kehadiran Vihara TDS Angsapura dimanfaatkan masyarakat Sumut dalam melaksanakan upacara kremasi bagi keluarganya yang meninggal dunia. “Tidak itu saja, kita juga menyediakan kolumbarium bagi umat Kristiani,” ujarnya. Toni Harsono menambahkan, saat ini kolumbarium di TDS Angsapura sudah tersedia sebanyak 30 ribu dari target seluruhnya sebanyak 200 ribu columbarium. Bagi keluarga yang tidak mampu, pihaknya tidak memungut biaya atau gratis. (msm/rel)











