Ada Teh Mahal dari Kotoran Hewan

TEH adalah minuman ber­aro­ma yang paling banyak di­kon­sumsi dan disukai oleh ba­nyak orang di dunia. Daun ta­na­man teh, camellia sinensis ini biasa­nya dicelupkan atau direbus di dalam air panas untuk mem­persiapkan minuman teh.

Rasanya sedikit pahit dan ber­campur aroma wangi saat tidak ditambahkan gula, atau pemanis apa­pun. Bagi yang sudah ter­bia­sa menikmati teh, maka mereka akan peka terhadap rasa teh yang telah mereka cicipi. Namun tidak semua teh rasanya sama. Teh hijau, teh hitam, dan teh putih ada­lah teh yang sangat nikmat. Jenis-jenis teh ini mempunyai harga yang tidak murah.

Bagi penikmat teh, harga yang fantastis bukan menjadi persoalan, asalkan mendapatkan kenikmatan merasakan teh yang mereka inginkan. Seperti teh berkualitas yang dihasilkan oleh negara-negara berikut ini.

Kabarnya, beberapa teh yang dihasilkan merupakan yang termahal di dunia, karena meng­ha­silkan daun teh yang berbeda, dan memiliki signature rasa yang istimewa.

1. Darjeeling Tea. Teh ter­ma­hal pertama ialah darjeeling tea. Seusai dengan namanya, dar­jee­ling tea ini ada­lah teh hi­tam yang dibuat dari daun teh yang berasal dari perke­bunan di daerah Darjeeling, India.

Darjeeling tea punya aroma dan warna teh yang langka. Teh ini ditanam di ketinggian 5000 hingga 8000 kaki di lereng pegu­nungan Himalaya. Inilah yang mem­buatnya sangat istimewa dan memiliki aroma yang sangat langka. Bahkan darjeeling tea di­anggap sebagai teh hitam ber­kualitas tinggi, sehingga teh ini di­jual de­ngan harga yang selangit.

Disebut-sebut, teh ini dijual senilai 4,8 juta rupiah per kilo­nya. Teh darjeeling terbaik dan termahal disebut penikmat teh sebagai muscatel, karena aroma wangi­nya yang manis seperti ang­gur muskat. Darjeeling tea juga dianggap sebagai teh hitam ber­kua­litas tinggi, sehingga ia menda­pat julukan the champagne of tea. Teh seperti ini sa­ngat disukai di inggris dan juga ne­gara-negara bekas koloni ing­gris lainnya.

2. Tieguanyin Tea. Teh ter­mahal berikutnya ialah Tiegua­nyin Tea. Dilihat dari namanya, bisa ditebak kalau teh ini berasal dari Tiongkok. Tieguanyin tea me­rupakan salah satu teh terma­hal di dunia yang dihargai 18 juta rupiah per kilogramnya.

Harga teh ini sangat mahal karena rasanya yang enak, dan khas. Bahkan kabarnya, teh ini punya aroma dan rasa yang sa­ngat pekat, meski sudah diseduh selama 7 kali berturut-turut.

Fermentasi

Tieguanyin atau sering juga disebut teh guan yin ini adalah salah satu jenis teh oolong, yaitu campuran teh hitam dan hijau semi fermentasi. Teh ini meru­pa­kan jenis teh langka yang bera­sal dari abad ke 19, di kota Anxi, Propinsi Fujia.

Aromanya sangat istimewa dan berbeda dari jenis teh oolong lainnya. Teh guanyin berkualitas tinggi bentuknya selalu terikat erat, dan pada saat diseduh, mem­berikan aroma anggrek yang manis serta warna kuning emas.

Yang membuat teh ini sangat mahal harganya ialah, proses pembuatannya yang sangat rumit, dan tak sembarang orang bisa membuat teh ini sekalipun telah diberi tahu prosesnya. Bah­kan hingga saat ini, tak banyak orang yang tahu proses dan cara pembuatannya, sehingga teh ini selalu menjadi teh langka yang mahal dan berkualitas.

Tak hanya cuma dinikmati ke­lezatannya, teh ini juga ter­nyata berkhasiat bagi tubuh. Di an­­taranya yaitu obat anti-pe­nua­an, anti-kanker, obesitas, serta te­kanan darah tinggi.

3. Da Hong Pao. Negeri tirai bambu memang sudah dikenal sebagai negara asal teh. Selain tieguanyin tea, Tiongkok juga punya jenis teh termahal lainnya, yaitu teh Da Hong Pao. Nama teh ini artinya adalah kemasan kantung berwarna merah.

Jenis teh varietas oolong ini begitu melegenda, diyakini dite­mukan sejak Dinasti Ming. Me­nurut legenda, ibu dari se­orang kaisar dinasti ming disembuhkan dari penyakit oleh teh misterius ini. Kaisar mengu­tus orang-orangnya untuk melacak asal-usul teh tersebut, dan ditemukan bertengger tinggi di atas batu di gunung wuyi.

Tanaman teh itu masih ber­tahan hingga kini dan sangat di­hormati. Bahkan da hong pao dianggap sebagai harta nasional Tiongkok yang sangat berharga. Teh ini hampir tidak ditemukan untuk dijual, dan ramuannya te­tap dirahasiakan. Tak heran jika harga teh da hong pao dibandrol sangat tinggi.

Pemerintah Tiongkok sempat menjual teh ini pada tahun 1998, dalam sebuah lelang dengan har­ga penawaran tertinggi men­ca­pai 1,25 juta dollar AS, atau se­kitar Rp 14,7 miliyar per kilo­gram­nya. Apa yang begitu isti­me­wa dari teh ini, yang mem­buat­nya dihargai begitu mahal?

Wangi

Para pejabat Tiongkok meng­klaim bahwa teh ini kaya akan rasa bunga dan membuat mulut an­da tetap wangi, bahkan bebe­rapa menit setelah diminum. Ka­barnya, teh ini juga bermanfaat se­bagai teh obat. Teh da hong pao kerap dijadikan sebagai ha­diah dari pemerintah china ke­pada para pejabat dan orang terhormat yang berkunjung ke negeri tirai tersebut.

4. Poo Poo Pu-Erh Tea. Be­rasal dari daerah Yunnan di Tiong­kok, teh Poo Poo Pu-Erh mungkin adalah secangkir teh aneh yang pernah penikmat mi­num. Ini mungkin terlihat seperti sekelompok daun kering, tetapi mereka sebenarnya kotoran dari beberapa jenis serangga.

Serangga tersebut memang tidak memakan apa-apa selain daun teh sepanjang hidup mere­ka. Kotoran mereka lalu dipu­ngut oleh petani Taiwan meng­gu­n­akan pinset dan kaca pem­be­sar karena mereka begitu ke­cil, dan diresapi untuk membuat teh energi de­ngan sifat obat.

Dianggap sebagai minuman yang lezat, teh ini diciptakan pa­da abad ke-18 oleh dokter Tiong­kok untuk ditawarkan se­ba­gai hadiah kepada Kaisar Qian­long. Menurut kabar, harga teh Poo Poo Pu-Erh berkisar 1000 dollar AS, atau sekitar Rp 12 juta per kilonya.

 5. Panda Dung Tea. Teh ter­mahal terakhir ialah Panda Dung Tea. Sesuai dengan namanya, panda dung tea merupakan teh yang terbuat dari kotoran panda. Mungkin ini merupakan saingan terberat dari kopi luwak, karena mereka sama-sama terbuat dari kotoran, hanya berbeda hasil ba­hannya saja.

Meski kedengarannya cukup menjijikan, namun teh jenis ini menjadi minuman paling dicari di Tiongkok, khususnya di pro­vinsi Yaan, Sichuan. Mereka rela menghabiskan uang ratusan juta rupiah demi mendapatkan teh ini setiap kilonya.

Teh yang dihargai sangat ma­hal ini tercipta dari ide seorang pakar satwa liar asal Tiong­kok, bernama An Yanshi. Dia ber­hasil mencampurkan teh hijau dengan kotoran panda untuk meng­hasilkan teh dengan aroma yang khas.

Metode pembuatan teh ini masih sangat rahasia, tetapi dia menjanjikan orang yang memi­numnya akan merasakan sensasi rasa yang matang dan akan me­ngeluarkan aroma kacang yang khas saat diseduh.

Jika ingin mencicipinya, ha­rus menghabiskan uang sebesar 50 ribu poundsterling, atau se­tara dengan Rp 714 juta per ki­lo­gram, atau lebih dari dua juta rupiah per gelasnya. Ba­yang­kan, untuk 500 gram teh ini saja se­tara dengan harga rumah. (wc/uc/ghu/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi