TIM ilmuwan menemukan satu leluhur (nenek moyang) dari semua tanaman berbunga di Bumi. Dan bunga ini mirip teratai air. Bunga berusia 140 juta tahun ini tergolong biseksual (berkelamin ganda) dari semua tanaman berbunga di Bumi sekarang.
Tidak ada fosil bunga yang ditemukan, tapi para ilmuwan menyimpulkan hal tersebut setelah melakukan analisis data botani.
Penelitian pimpinan Dr Herve Sauquet dari Universitas Paris-Sud di Prancis itu menggabungkan model evolusi bunga dengan informasi lain dari database bunga yang ada pada saat ini. Kemudian gambar bunga purba pun direkonstruksi agar bisa dilihat seperti apa bentuknya.
Gambaran skematik tentang bagaimana semua bunga bisa berasal dari satu leluhur yang sama
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications itu menyimpulkan bahwa dari hasil rekonstruksi terlihat mahkota bunga itu tersusun melingkar dalam satu bidang seperti mahkota bunga lili.
Kelopak bunganya tersusun saling bertumpuk dan membentuk spiral dan mengelilingi batang bunga. Sehingga jika dilihat mirip seperti kelopak lotus.
Bbunga pertama di dunia ini juga diyakini memiliki kelamin ganda, jadi ada benang sari dan putik dalam satu bunga.
"Tidak ada bunga hidup yang terlihat persis seperti bunga leluhur pertama. Ini adalah bunga yang hidup setidaknya pada 140 juta tahun yang lalu dan memiliki cukup waktu untuk berkembang menjadi keragaman bunga yang luar biasa yang ada saat ini," ungakap peneliti dikutip dari BBC.
Sebuah mitos
Tim ilmuwan juga menyimpulkan jika bunga angiosperma (biji tertutup) masih berada di antara topik tersulit dan paling penting yang belum diselesaikan dalam biologi evolusioner. Namun, hasil studi tersebut merupakan sebuah langkah maju untuk memahami asal usul evolusi keragaman flora angiosperma secara keseluruhan.
Pada perkembangan lain dilaporkan, sebuah tanaman kuno yang tumbuh di bawah air pada daerah yang sekarang adalah Eropa modern kemungkinan adalah tanaman berbunga pertama dunia yang diketahui sampai sejauh ini.
Sekelompok peneliti dari Amerika Serikat (AS) mengkaji lebih 1.000 fosil spesies Montsechia Vidalii sebagai bagian dari kajian tersebut.
Tanaman tersebut mirip dengan semak telaga tetapi memiliki buah berisi satu benih - yang mewakili sifat tanaman berbunga.
Menurut rara ilmuwan, tanaman ini tumbuh di danau-danau Spanyol lebih 125 juta tahun lalu.
"Sebuah 'bunga pertama' secara teknis adalah sebuah mitos, sama seperti 'manusia pertama'," ujar ahli botani David Dilcher dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
"Tetapi berdasarkan analisa baru, kami kini mengetahui Montsechia satu zaman, atau kemungkinan lebih tua, daripada Archaefructus," tanaman air sejenis yang ditemukan di Tiongkok.
Para ilmuwan telah mengetahui spesies Montsechia Vidalii sejak lama. Fosil tersebut pertama kali ditemukan lebih seabad lalu pada batu kapur Iberian Range, Spain tengah dan Montsec Range di Pyrenees. (wkp/idpc/bbc/es)










