Mahasiswa Terus Minta Rekannya Dibebaskan

Medan, (Analisa). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Akbar Gerakan Ma­hasiswa Sumatera Utara (Kobar Ger­ma­su) kembali melakukan aksi unjuk rasa di halaman gedung Pengadilan Ne­geri Medan, Selasa (22/8). Mereka terus menuntut agar tiga aktivis mahasiswa yang tengah disidangkan agar dibebas­kan dari karena merupakan korban bu­kan provokator.

Tuntutan mahasiswa tersebut meru­pakan buntut dari penangkapan yang dilakukan polisi terhadap rekan mereka yakni Sier Mensen mahasiswa USU, Fadel dan Vikry mahasiswa ITM  pada saat demo Hari Pendidikan Nasional (Har­diknas) pada 2 Mei 2017 lalu, dan seorang warga sipil yang juga ikut ditangkap

"Keadilan telah mati di negeri ini, ki­ta mahasiswa yang hanya menyuara­kan kebenaran justru ditangkap aparat  dan dituduh provokator," kata koordi­nator aksi Josua.

Para mahasiswa terus berorasi dan melakukan aksi unjuk rasa dengan tea­trikal. Mereka membawa keranda yang berisis 'mayat' sebagai bentuk matinya keadilan di negeri ini. Mereka terus meminta agar PN Medan bisa bersikap adil terhadap persidangan tersebut.

"Kami meminta agar ketiga rekan kami aktivis dibebaskan dari seluruh dakwaan jaksa yang dituduh melakukan tindakan anarkis saat terjadinya demo," ujar Josua.

Mengetahui hal itu, Humas PN Medan Erintuah Damanik akhirnya mendatangi para pendemo dan mende­ngar aksi tuntutan mahasiswa. Tidak lama kemudian, Erintuah meminta sele­baran tuntutan mahasiswa dan berjanji akan akan meneruskannya ke Ketua PN Medan.

Sementara itu, di ruang Kartika PN Medan, ketiga mahasiswa yakni ma­sing-masing Sier Mensen dari kampus USU Fadel dan Vikry dari kampus ITM serta seorang warga sipil, Erlangga se­dang mendengarkan persidangan de­ngan agenda eksepsi.

Setelah  usai eksepsi, persidangan di­lan­jutkan dengan agenda replik (tang­gapan atas eksepsi) yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ivan di ha­dapan Ketua Majelis Hakim, E Gin­ting.

Selama persidangan, rekan para ma­hasiswa terlihat ikut menyaksikan si­dang. Bahkan ruangan tersebut jadi ses­ak karena banyaknya mahasiswa yang turut hadir. (wita)

()

Baca Juga

Rekomendasi