Medan, (Analisa). Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan berkomitmen menerapkan reformasi birokrasi termasuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui aplikasi #Ayo BerAksi (Belawan Bersih Anti Korupsi).
Aplikasi ini berbasis Android sehingga sangat mudah digunakan stakeholder Karantina dan masyarakat dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai masukan seperti pengaduan terkait pelayanan karantina. Setiap masukan langsung diterima Kepala BBKP untuk ditindaklanjuti dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan yang bebas dari korupsi dan gratifikasi.
Penegasan itu disampaikan Kepala BBKP Belawan Bambang Harianto seusai sosialisasi Penguatan Komitmen Anti Penyuapan dengan Aplikasi Ayo BerAksi di Aula Karantina Pertanian, Jalan AH Haris Nasution Medan, Rabu (14/11). Kegiatan yang diikuti para eksportir-importir dan pengguna jasa Karantina lainnya itu menampilkan pembicara Abyadi Siregar (Ketua Ombusman RI) Perwakilan Sumatera Utara dan Putu Anom Wisnu dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia.
Medan-Indonesia menduduki peringkat 96 Indeks Persepsi Korupsi pada 2017 dari 180 negara yang disurvei. Sumatera Utara sendiri berada pada peringkat pertama dari 34 provinsi di Tanah Air pegawai negeri yang terjerat kasus korupsi.
“Saya ingin merubah stigma ini dengan mengambil langkah berani gerakan perubahan antikorupsi Ayo BerAksi. Saya ingin semua mau berubah,” Ujar Bambang Harianto didampingi Humas Lenny Hartati Harahap dan Bagian Pengawasan BBKP Belawan, Syaidir Sinurat.
Sementara itu Suwarno Triwidodo selaku pencetus gerakan Ayo BerAksi menambahkan bahwa Ayo BerAksi merupakan gerakan prubahan untuk meningkatkan efektivitas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang menyentuh sampai esensinya, melalui aplikasi tersebut.
“Karantina Belawan sebagai lembaga pelayanan publik memiliki banyak tantangan, karena seperti kita tahu bahwa 80% laporan korupsi terjadi di lembaga ini,” kata Abyadi Siregar.
Pada kegiatan sosialisasi tadi pengguna jasa serta instansi terkait Karantina Belawan dipandu untuk memasang aplikasi Ayo BerAksi di gawai masing-masing sekaligus melakukan uji coba penggunaan aplikasi. Tampak antusiasme serta respons peserta cukup beragam. (rel/rds)











