Medan, (Analisa). Menjelang memasuki Tahun Baru 2019, bangsa Indonesia diharapkan mendapatkan rahmat dari Tuhan melalui pemimpin yang terpilih. Sebab, siapa pun pemimpinnya itu tetap berasal dari Tuhan karena itu diharapkan masyarakat menyongsong Indonesia menuju damai.
Pastur Moses Alegesan mengatakan itu usai Perayaan Natal Trinity Tamil Methodist 2018, Sabtu (22/12) di Gereja Methodist Wesley Jalan Sultan Agung Medan. "Kebetulan 2019 adalah pesta demokrasi bangsa kita. Kami harap Tuhan memberikan kita rahmat seorang pemimpin.
Siapa pun itu pemimpinnya itu pasti berasal dari Tuhan karena dalam kitab, Tuhan yang menurunkan seorang pemimpin dan semua penduduk di dunia, kepada siapa Tuhan menempatkan seorang pemimpin, rakyat atau masyarakatnya itu harus menghargai pemimpin itu, bukan menghargai partai. Karena pemimpin berasal dari Tuhan, tapi partai adalah usaha manusia untuk membuat sesuatu yang mungkin untuk memenuhi kehendak Tuhan," tuturnya usai perayaan Natal.
Pesannya, kepada masyarakat keturunan India khususnya dan warga Kota Medan umumnya, supaya Natal ini membawa damai dan menyebarkan berita damai. "Sehingga kita menyongsong Indonesia yang penuh damai. Dan pada saat kita berpesta demokrasi, damailah Indonesia dan sejahteralah bangsa kita," jelasnya.
Kepada jemaat, pastur menjelaskan isi khotbah bertajuk "Siapakah Yesus Ini?", sembari menyebutkan, di dunia ini banyak orang bernama Yesus, misalnya di Amerika Latin, Filipina, India, dan lain. "Yesus itu, siapa pun bisa mengikut Yesus, siapa pun boleh, tanpa harus mengikuti sebuah lembaga agama. Jadi pesan Natal kali ini, adalah siapa itu Yesus? Yesus itu adalah pelepas, mengampuni dosa, memberkati orang, melepaskan mereka dari kutuk. Menurut alkitab, Yesus itulah yang akan datang, yang dalam iman kami, yang akan menghakimi dalam keadilan," jelasnya.
Guru Injil Gereja Methodist Wesley Anjena Dewi B Th pada momen tersebut turut menyampaikan isi khotbah yang didwibahasakan di depan jemaat yang hadir malam itu. Ada juga tarian ditarikankaum ibu menggunakan kayu yakni koladem serta tarian yang ditarikan Remaja Tamil Methodist.
Ketua panitia, Nawin Shatz, menjelaskan, Natal ini merayakan Hari Kelahiran Tuhan Yesus sekaligus memberikan gambaran tentang budaya Tamil. “Pada umumnya Natal kan acara umum, tapi karena ini gereja Tamil, Methodist, makanya pada hari ini kita tampilkan tarian-tarian klasik Tamil, bernyanyi dalam bahasa Tamil, dan khotbah juga akan diselingi bahasa Tamil.
Makanannya juga nanti akan diselingi ala Tamil. Jadi semua serba Tamil. Kita Kristen, tetapi kita tidak perlu jadi orang barat. Kita tetap pada budaya kita," ujarnya.
Dia melanjutkan, setelah itu, juga diadakan bakti sosial (Baksos) pada Minggu 23 Desember 2018 di Jalan Piring. "Kita juga akan melakukan kebajikan sosial dengan memberikan bingkisan Natal kepada masyarakat yang berada di sekitarnya dan juga masyarakat Tamil dan India berupa sembako sebanyak 150 paket yakni orang yang kurang mampu.
Tidak hanya untuk Kristen, tetapi juga umat agama lainnya karena di sana ada berbagai agama, siapa saja," sebutnya dan menambahkan tema kali ini berbeda dari tahun lalu, yakni ‘Siapakah Yesus Itu?’.
Jemaat, rincinya, terbuka untuk semua kalangan. "Prosesi diawali dengan pembawaan lampu, lalu berbaris di depan dan kemudian tiupan sangkakala dan kemudian penyalaan lampu di depan dan kemudian menyanyikan lagu malam Natal malam kudus. Yang hadir tidak hanya jemaat, tapi juga undangan berbagai kalangan juga hadir," tambahnya. (st)