Oleh: Ramen Antonov Purba
SETIAP perayaan hari-hari besar seperti lebaran dan tahun baru, ada satu makanan khas yang selalu disajikan,l yaitu kolang-kaling. Berbentuk lonjong sebesar ibu jari dan bewarna putih transparan. Kolang-kaling dengan mudah sekali ditemukan di pasar tradisional hingga super market, dan harganya juga terjangkau. Kolang-kaling sangat nikmat dicampur ke dalam sup buah atau es campur. Bahkan ada yang menyajikannya secara alami tanpa dicampur apa-apa, rasanya masih sangat nikmat.
Siapa yang menyangka ternyata kolang-kaling dengan keunikan dan kenikmatannya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Berdasarkan penelitian PT Mustika Ratu Tbk, kolang-kaling memiliki kandungan gizi yang tinggi. Di dalamnya terkandung potasium, kalsium, vitamin A, vitamin B, gelatin, galaktomanan, dan karbohidrat. Semua ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.
Kolang-kaling juga kaya akan kandungan serat dan air. Berdasarkan penelitian, pada 100 gram buah kolang-kaling mengandung 0,69 gram protein, 4,0 gram karbohidrat, kadar abu sebesar 1 gram, dan serat kasar sebesar 0,95 gram. Kadar air pada buah kolang-kaling sangat tinggi yaitu 94%.
Kandungan gizi yang demikian hebat membuat kolang-kaling sangat baik untuk menjaga kesehatan persendian dan pencernaan. Selain itu, dengan rutin mengkosumsi kolang-kaling, tubuh akan semakin segar dan bugar. Kandungan karbohidrat dan gelatin membuat pengonsumsinya merasa kenyang. Sangat baik untuk mengontrol nafsu makan. Kolang-kaling baik dikonsumsi untuk orang yang menjalankan program diet sehat. Kandungan serat kasar dan air, apabila dikonsumsi dengan benar, akan menghindari masalah susah buang air besar hingga diare. Kandungan kalsium baik untuk menguatkan tulang. Sehingga secara tidak langsung menghindarkan kita dari osteoporosis. Kandungan Galaktomanan pada kolang-kaling baik juga mengatasi masalah persendian pada tubuh. Menjauhkan tubuh dari penyakit radang sendi.
Harga yang murah ternyata tidak menjadikan kolang-kaling sebagai komoditi murahan. Sangat baik menjadikan kolang-kaling sebagai konsumsi rutin sehari-hari. Khasiatnya untuk menjaga kesehatan sendi, tulang, pencernaan, meningkatkan kolagen dan mengencangkan kulit serta meningkatkan daya tahan tubuh menjadi dasar bagi kita untuk tidak gengsi mengkonsumsinya.
Kesehatan merupakan hal yang mahal ketika sakit, namun sangat murah ketika sehat. Untuk apa mengambil resiko mengeluarkan biaya besar ketika sakit. Dengan secara rutin mengonsumsi kolang-kaling yang harganya murah, kita dapat menjaga kestabilan tubuh. Harga kesehatan dengan terus mengonsumsi makanan yang bergizi baik.
Asal Kolang-kaling
Kolang-kaling merupakan hasil pengolahan dari buah pohon aren (Arenga pinnata). Buah pohon aren sering disebut buah atap. Bentuknya lonjong berwarna kehijauan. Buah pohon aren bertekstur keras dan memiliki getah yang jika terkena tubuh dapat menyebabkan gatal-gatal. Pohon aren banyak tersebar di hampir seluruh wilayah Nusantara, mulai dari daerah perbukitan hingga pesisir pantai. Karenanya, tidak sulit untuk menemukan pohon aren, dan buahnya.
Untuk mengolah buah pohon aren menjadi kolang-kaling, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, seperti:
1. Memisahkan dari Tangkainya. Buah pohon aren biasanya bersatu dalam jumlah yang banyak disebuah tangkai. Untuk memudahkan pengolahan, maka buah harus dipisahkan dari tangkainya.
2. Membakar, yakni untuk menghilangkan getah. Buah yang telah dipisahkan dari tangkai dibakar di atas bara api. Hal ini dilakukan hingga buah sedikit hangus.
3. Merebus. Untuk memastikan getah benar-benar hilang, setelah dibakar, buah direbus. Lamanya 1-2 jam. Kemudian didinginkan agar mudah dilepas kulit untuk mengambil isinya.
4. Mengupas. Kulit buah dibelah menjadi dua dan biji inti buah akan langsung terlihat. Dilepaskan satu per satu kemudian dcuci dengan air bersih.
5. Memukul. Buah yang sudah terpisah dari kulit dipukul ringan satu per satu. Tujuannya agar bentuk buah lebih pipih dan sedikit lebar.
6. Merendam, tujuannya untuk menghilangkan kotoran dan mengenyalkan biji aren. Jika warnanya sudah berubah menjadi bening maka jadilah kolang-kaling.
Sangat mudah mengolah buah aren menjadi kolang-kaling. Karenanya, siapa saja dapat mengolahnya. Kolang-kaling dengan banyak kandungan gizi harus dijadikan sebagai konsumsi rutin. Jadikan tubuh kita sehat dengan kolang-kaling. Kolang-kaling yang murah dan mudah untuk mengolahnya harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesehatan tubuh.
(Penulis adalah pemerhati masalah sosial, kemasyarakatan, dan kesehatan. Pengajar di Politeknik Unggul LP3M Medan)











