Peringatan HUT ke-54 Pemasyarakatan

Pegawai Lapas Harus Wujudkan Cita-cita

Simalungun, (Analisa). Peringatan Hari Bakti Pe­masyara­katan ke-54 tahun 2018 diperingati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ke­las IIA Pema­tangsiantar di­pimpin Ins­pektur Upacara Ke­tua DPRD Sima­lungun Jo­ha­lim Purba diikuti 133 pe­gawai Lapas dan CPNS Ke­men­kum­ham RI, Jumat (27/4).

Kalapas Pematangsiantar, Mananti Sukardi Sianturi me­lalui KPLP, Sahat Bangun membacakan sambutan Men­kumham, Yasonna H Laoly dan menya­takan, Lapas tidak hanya sebagai tempat mem­­bina narapidana secara kon­ven­sional, tetapi juga sarana untuk men­dorong dihasilkan­nya produk-produk ber­kua­litas, dapat memberikan pe­ma­sukan bagi kas negara, termasuk mem­be­rikan peng­hasilan bagi narapida­na yang produktif.

Upaya pemasyarakatan untuk terus memberikan pe­layanan yang terbaik, meru­pakan bukti negara hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan dan menjawab segala perma­salahan yang dihadapi ma­syarakat. Salah satu wujud nyata dilakukan jajaran pe­masyarakatan, dengan mem­buat mekanisme percepatan dalam pembe­rian pelayanan hak bagi warga binaan pema­syarakatan dengan mengu­nakan teknologi informasi.

Wujud nyata dari kerja ke­ras dalam mengeliminir per­sepsi masyarakat terha­dap minimnya output yang diha­sil­kan jajaran pemasyarakatan dibukti­kan dengan ada page­laran Indonesia Prison Art Festival melibatkan 457 per­wa­kilan warga binaan pema­syarakatan dari seluruh Indonesia.

“Terhadap keberhasilan da­lam penye­leng­garaan kegiatan tersebut pema­syarakatan di anu­gerahi rekor dunia dengan ketegori pentas seni warga bi­naan terba­nyak. Hal ini sungguh membanggakan dan merupakan sebuah legacy terhadap penca­paian keber­hasilan pemasyarakatan,” ujar­nya

Kekuatan terbesar pema­sya­rakatan untuk mewujud­kan cita cita dan meraih pres­tasi yang lebih baik lagi ter­letak pada diri kita sendiri. “Saya berharap tidak ada lagi cerita usang tentang ren­dah­­nya moralitas dan integritas petugas pema­syarakatan yang terulang. Jangan­lah be­kerja hanya melak­sanakan ruti­nitas yang sama secara terus-mene­rus. Jika ingin suatu perubahan lakukan­lah suatu ter­obosan dan effort yang lebih,” ujar­nya.

Johalim Purba kepada Analisa berharap agar pega­wai lapas lebih meningkatkan pelayanan kepada warga bi­naan Pema­syarakatan (WBP) agar dapat menjalin hubu­ngan antara pega­wai dan warga binaan pemasya­raka­tan.

Untuk menyema­rakkan, peringatan dilaksanakan ber­bagai pertandingan terompah dan bola voli melibatkan seluruh warga binaaa, melak­sanakan kebersihan lingku­ngan tempat ibadah dan meng­ikuti kegiatan rohani masing-masing agama. Seluruh kegi­atan bertu­juan, agar mereka membiasakan diri bekerja­sama dan saling meren­dahkan diri. (fhs)

()

Baca Juga

Rekomendasi