Nikosia, (Analisa). Siprus dan Komisi Eropa mungkin berada di jalur yang bertabrakkan mengenai perburuan tekukur penyu, spesies migrasi yang telah menderita penurunan dramatis populasi.
BirdLife Cyprus mengatakan, Rabu (30/5), Layanan Fauna dan Permainan Siprus telah menyampaikan penentangan atas ketentuan Rencana Aksi Uni Eropa (UE) bagi Tekukur Penyu, yang disetujui oleh anggota UE dan menyediakan pelarangan sementara untuk memburu burung tersebut.
Negara lain UE yang menentang langkah itu adalah Yunani, Bulgaria dan Italia, tapi Prancis, Malta, Spanyol dan Portugal-tempat tekukur penyu biasanya ditembaki-menyetujui larangan tersebut.
"BirdLife Cyprus mendapati penentangan terhadap Layanan Fauna dan Permainan Siprus atas pelarangan sementara perburuan sebagai pendekatan jangka pendek, yang mengancam pemulihan populasi spesies yang terancam punah itu," kata pernyataan tersebut.
Ditambahkannya, meskipun ada keberatan bagi pelarangan sementara perburuan tekukur penyu, Komisi Eropa telah menekankan bahwa pembatasan perburuan perlu dilakukan di seluruh Uni Eropa, mulai 2018, demikian laporan Xinhua pada Rabu siang.
"Komisi Eropa menekankan bahwa Negara Anggota yang telah menentang pelarangan perburuan sementara tak bisa terus memburu sebagaimana yang mereka lakukan, dan berharap diberitahu mengenai langkah yang akan mereka lakukan bagi pengurangan efektif langkah perburuan Tekukur Penyu, mulai 2018," kata pernyataan BirdLife.
Pemerintah Siprus belum mengomentari laporan itu. Burung tekukur penyu diburu di pegunungan yang berhutan pinus di Siprus pada Agustus.
Tekukur Penyu (nama ilmiah Streptopelia turtur) adalah spesies bermigrasi yang terancam secara global, dengan populasi di Eropa telah merosot sampai 79 persen dari 1980 sampai 2014, kata BirdLife.
Alasan yang mengakibatkan kemerosotan populasinya ialah hilangnya habitat, pembunuhan secara tidak sah, perburuan, serta penggunaan pestisida, kemarau dan perubahan iklim, kata BirdLife. (Ant/Xinhua-OANA)










