Masjid Innuvik Paling Utara di Muka Bumi

MASYARAKAT muslim kota Innuvik menda­pat­kan anugerah yang sekian lama mereka idam idamkan, berupa kiriman sebuah masjid yang sudah dirakit secara utuh dari komunitas muslim Ka­nada di kota Winnipeg, Manitoba.

Sekarang nama resmi masjid ini adalah Mid Night Sun Mosque atau "Masjid Cahaya Matahari di tengah ma­lam" namun dikenal dengan nama Masjid Innuvik. Meru­pakan sa­lah satu masjid yang posisinya berada di titik pa­ling utara di muka bumi.

Sungguh sebuah peristiwa menarik, sebuah masjid dibuat di tempat lain tetapi diletakkan di Kota Winnipeg. Peristiwa ini masih segar dalam ingatan yaitu pada 22 September 2010. Masjid build up itu dibangun, dibuat, dipersiapkan dan dirakit utuh di kota Winnipeg. sejak bulan April 2010 lalu dikirim­kan menggunakan angkutan truk dan ang­kutan sungai sejauh 4000 kilometer ke Kota Inuvik.

Perjalanan yang mendebarkan itu benar benar dinanti oleh komu­nitas muslim Innuvik yang sudah be­gitu lama mengimpikan hadir­nya sebuah masjid sebagai tempat me­reka untuk beribadah dan men­jadi pusat syiar Islam di Innuvik, dan tempat pembelajaran Islam bagi putra putri mereka.

Masjid Inuvik ini benar benar is­timewa karena begitu tiba di Inu­vik, bahkan sebelum satupun je­maah masuk ke dalam masjid itu, su­dah akan menempati tempat ter­sen­diri di buku catatan rekor seba­gai masjid paling utara di benua ame­rika. Dan menjadi masjid paling utara ke-4 di bumi, setelah mas­jid di Norilsk, Russia dan 2 masjid di Tromso, Norwegia yang letak­nya masih lebih uta­ra dari masjid Inu­vik. Masjid tersebut juga men­jadi bangunan yang bergerak paling jauh di Ka­nada.

Lokasi kota Innuvik. Selama de­kade terahir kaum muslimin di Inu­vik melaksanakan sholat berja­ma­ah di sebuah trailer tua berukuran 3 x 7 meter, sudah tak mampu lagi me­nampung dengan layak muslim disana untuk sholat berjmaah. Ada­lahYayasan Zubaidah Tallab (Zu­baidah Tal­lab Foundation) sebuah lembaga amal Islam yang berpusat di Winnipeg, Manitoba, Kanada.

Diketuai olehHussain Guisti yang membiayai pembuatan dan pengiriman masjid tersebut ke In­nuvik untuk membantu komu­nitas muslim disana. Yayasan menge­luar­kan dana sebesar $300,000 un­tuk membangun masjid tersebut di winipeg dan mengirimkan nya ke Innuvik.

Keputusan tersebut diambil setelah melakukan kalkulasi kasar bah­wa pembangunan masjid lang­sung di kota innuvik akan sangat ma­hal mengingat letak kota kecil itu yang sangat terpencil, sangat sulit mengirimkan material bangu­nan kesana ditambah dengan harga bahan ba­ngunan dan pekerja yang sangat tinggi ditempat tersebut. De­ngan membangunnya di Win­nipeg dan mengirimkannya ke Innuvik jauh lebih mudah dan murah.

Anak-anak

Selama ini warga muslim In­nuvik mengirimkan ana-anak me­reka ke berbagai kota di Ka­na­da karena ketiadaan masjid atau pu­sat pendidikan islam di kota kecil tersebut. Bahkan untuk pema­ka­man anggota keluarga yang me­ninggal pun. Jenazahnya terpaksa diter­bangkan ke Wini­peg, Mani­toba untuk dimakamkan di pema­ka­man muslim di sana.

Warga muslim di Innuvik se­benarnya sudah mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid tapi karena jumlah mereka disana tak lebih dari 100 jemaah sangat sulit untuk mendapatkan dana yang cukup untuk membeli lahan sekaligus dan membangun masjid disana. Lahan untuk masjid sudah dimiliki dibeli menggunakan dana yang dikumpulka dari para jemaah selama 3 tahun. Dan diatas lahan itulah masjid kiriman dari Wi­nipeg itu akan diletakkan.

Perjalanan masjid itu dimulai dari kota Winnipeg menuju Ed­mon­ton menggunakan truk trailer, dari Edmonton menuju ke utara ke sungai Hay untuk kemudian di­pindahkan ke sebuah kapal tunda melanjutkan perjalanannya menuju sungai Mackenzie dan berlabuh di delta sungai Mackenzi di dermaga kota Inuvik.

Perjalanan masjid itu dimulai menggunakan angkutan truk semi trailer di ahir agustus 2010 meng­ha­dapi berbagai penundaan akibat kemacetan lalu lintas yang parah, aturan lalu lintas, jembatan yang sem­pit hingga terjangan angin ken­cang. Tanggal 10 September masjid itu tiba di sungai Hay North West Teritories kemudian dipin­dahkan dengan sangat hati hati ke kapal tunda untuk membawanya melayari sungai mackenzi menuju Innuvik sejauh 1800 Km.

Tiba

Hari rabu petang 22 september 2010, kapal tunda yang membawa masjid pabrikan itu itu ahirnya tiba di dermaga NTCL setelah mela­kukan perjalanan le­bih dari 24 hari. Menghilangkan kekhawatiran warga muslim setempat, akankah masjid itu akan tiba di kota kecil mereka dengan utuh, mengingat perjalanan yang begitu panjang yang dilalui dari Manitoba dimana masjid dibuat lalu melintasi dua provinsi dan Nortwest Te­ritories melayari su­ngai Mac­ken­zi sebelum ahirnya tiba di Innuvik.

Sekitar 40 Muslim Innuvik ber­kumpul di dermaga di menjelang terpaan salju yang segera turun, me­nyambut kedatangan masjid terse­but dengan berbagai ekspresi. Ke­­semua mereka tak mampu me­nyem­bunyikan ke­gembiraan me­nyam­but kedatang­an masjid tersebut.

Wajah sumringah muskim Innuvik menyambut kedatangan masjid yang mereka dambakan selama ini

Keceriaan ini menambah ke­ce­riaan mereka yang belum lama me­rayakan hari raya idul fitri 1431 H. Untuk melaksanakan sholat idul fitri berjamaah kaum muslimin In­nuvik menggunakan lapangan di sebuah arena bermain.

Kendati masjid itu masih belum memiliki nama, di antara para je­maah yang menyambut kedatangan masjid tersebut sempat berseloroh bahwa nama masjid itu adalah ‘Masjid yang diberkati” (gracefull Mosque) karena sudah mampu bertahan melalui sebuah perjalanan yang sangat panjang. Masjid baru ini masih perlu dipasangi karpet dan pintu pintu tambahan sebelum digunakan pada pertengahan bulan Oktober 2010. (bmbc/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi