Medan, (Analisa). Tim putra SMA Sutomo I Medan membuktikan dirinya sebagai tim basket pelajar terkuat provinsi ini, setelah kembali ke jalur juara pada Kejuaraan Honda DBL North Sumatera Series 2018 yang berakhir Sabtu (8/9) malam di GOR Samudra Jalan Pancing Medan.
Sukses Sutomo I menjadi juara Honda DBL North Sumatera Series 2018 disambut sukacita seluruh skuad tim, termasuk para alumni. Hal sesuai tekad yang disampaikan sebelum laga final, ingin mengembalikan gelar juara yang tahun lalu diraih Methodist II.
Bagi Sutomo I, raihan gelar juara tahun 2018 ini, berarti merupakan gelar keenam bagi mereka tampil menjadi yang terbaik di Honda DBL North Sumatera, sejak event ini digelar Tahun 2010 lalu.
“Kami bersyukur bisa kembali menjadi juara. Ini semua berkat kerja keras dan kerja sama seluruh personil tim, termasuk dukungan pihak sekolah,” ujar Pelatih Suwandi dan Antoni.
“Syukur kepada Yang Maha Kuasa, latihan keras selama ini membuahkan hasil maksimal,” tambah kapten Tim Marzan Nafis
Adapun setengah lusin atau enam gelar juara Sutomo I di Honda DBL North Sumatera, yakni masing-masing tahun 2012, 2013, 2014, 2015, 2016 dan 2018.
Ketat
Laga final SMA Putra Sutomo I vs Methodis II yang turut disaksikan Direktur PT Indako Trading Coy Leo Wijaya selaku main dealer Honda di wilayah Sumut dan Gunarko Hartoyo Coorporate and Marketing Manager Communication PT Indaco Trading Coy, berlangsung seru dan ketat.
Heroiknya dukungan para suporter kedua tim membuat partai puncak Honda DBL tahun ini kian begitu semarak.
Methodist II di awal pertandingan sesungguhnya tampil baik. Bahkan tim asuhan Pelatih Jenny ini lebih dulu membuka skor 2-0, sebelum akhirnya disamakan 4-4 oleh Sutomo lewat lemparan dua angka dan lemparan bebas.
Methodist II selanjutnya berada dalam kondisi tidak menguntungkan, tepatnya ketika Kapten Tim Erick harus ditarik keluar untuk perawatan luka di bagian tangan kanannya.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan anank -anak Sutomo.Tim yang dimanejeri Drs Johan Arifin dan Asisten Manajer Handy ini, meningkatkan tempo permainan. Mereka sedikitnya berhasil dua kali melakukan lemparan tiga bola ke jaring Methodist II. Skor kuarter pertama pun berakhir dengan keunggulan Sutomo 14-6.
Kuarter kedua, Methodist berusaha mengejar ketertinggalan lewat kapten Tim, Erick. Namun, Sutomo juga terus melancarkan serangan hingga kuarter kedua usai Sutomo masih unggul 15-24.
Tempo permainan tidak berkurang di kuarter ketiga . Kedua tim terus berusaha menambah angka. Namun, kendali permainan masih di tangan Sutomo yang tampil lebih tenang. Dan mereka berhasil mempertahankan keunggulan 33-23.
Angka demi angka secara bergantian dicetak oleh masing-masing tim. Namun, hingga akhir kuarter keempat, Tim Methodist II akhirnya harus mengakui keunggulan Sutomo 46-37.
Sebelumnya dalam laga SMA Putri, Tim Wahidin Sudiro Husono tampil sebagai juara setelah mengalahkan Methodist II 45-39.
Sementara di kelompok SMP Putra, gelar juara diraih Methodist II setelah di final menundukkan Ahmad Yani Binjai 70-54. Tempat ketiga diduduki Prime One School yang mengalahkan Wahidin 64-45.
Sedangkan di kelompok SMP Putri, gelar juara diraih Wahidin Sudiro Husono yang pada laga pamungkas menundukkan Methodist II 35-12. Posisi runner ditempati Sutomo I, sementara Methodis II harus puas di urutan ketiga. (mp)
Daftar Juara DBL SMA
Putra
2018: Sutomo 1
2017: Methodist 2
2016: Sutomo 1
2015: Sutomo 1
2014: Sutomo 1
2013: Sutomo 1
2012: Sutomo 1
2011: Wahidin
2010: Methodist Binjai
Putri
2018: Wahidin
2017: Sutomo 1
2016: Wahidin
2015: Sutomo 1
2014: Wahidin
2013: Wahidin
2012: Wahidin
2011: Sutomo 1
2010: Methodist 2