Singkil, (Analisa). Derasnya hujan yang melanda Kabupaten Aceh Singkil mengakibatkan puluhan rumah warga, gedung sekolah dan fasilitas umum lainnya di Kampung Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil terendam banjir, Kamis (17/10) malam, sejak pukul 20.00 WIB.
Sedikitnya 35 rumah yang dihuni ratusan warga terendam banjir. Juga gedung SD Negeri, Puskesmas, dan Gudang Kelompok Tani Mulia Desa Lae Balno.
Jalan Nasional yang membelah kampung menghubungkan Aceh Singkil menuju Tapanuli Tengah juga terendam cukup tinggi, sehingga kendaraan roda dua sempat tidak bisa melewati jalan penghubung wilayah Aceh dan Sumatera Utara tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil Moh Ichsan kepada wartawan, Jumat (18/10) menyebutkan banjir yang merendam Desa Lae Balno terjadi akibat tingginya curah hujan di daerah setempat.
Banjir di desa tersebut sudah surut, namun hujan masih terus berlangsung, sehingga dimungkinkan debit air meningkat kembali.
Ichsan menyebutkan, kondisi cuaca mulai masuk fase musim hujan. Dia mengharapkan masyarakat untuk membersihkan parit-parit di sekitar, supaya air mengalir lancar dan tidak meluap ke pekarangan rumah serta jalan. Warga juga harus tetap waspada akan terjadinya banjir merendam beberapa titik di wilayah Aceh Singkil yang tergolong rawan.
Kepala Kampung Lae Balno Herman Tumangger yang dihubungi Analisa menyebutkan, banjir yang merendam kampung mereka akibat derasnya hujan sehingga Lae (sungai) Balno di pinggir kampung meluap.
Banjir mulai terpantau sejak petang sekitar pukul 16.00 WIB, namun debit banjir semakin tinggi hingga Kamis malam, rendaman banjir semakin tinggi dan luas.
Pihak desa sebelumnya sudah membangun tanggul namun tanggul tidak mampu menahan luapan air. Tebing dekat tanggul juga longsor, sehingga air merembes melalui bagian tebing yang longsor.
“Pihak desa akan berupaya memperbaiki tanggul sehingga banjir tidak merendam kampung lagi,” ujarnya. (sjp)











