Tinjauan Sepekan Pasaran Komoditas Internasional

tinjauan-sepekan-pasaran-komoditas-internasional

London, (Analisa). Pasaran komoditas global beringsut lebih rendah di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global yang dapat memicu resesi ekonomi.

Di AS, data pertumbuhan ekonomi AS yang lemah telah semakin meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve AS (Fed).  Meski sebelumnya pasar masih fokus pada data ekonomi AS lainnya termasuk data penyerapan tenaga kerja non pertanian (non farm payroll), namun investor secara luas memproyeksikan bahwa data pekerjaan dari negara ekonomi terbesar dunia itu akan menunjukkan penurunan.

Di Eropa, data indeks harga konsumen, Consumer Price Index (CPI) Jerman untuk September menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan bahwa inflasi zona euro tengah kehilangan momentum dan ekonomi di kawasan tersebut stagnan. Meskipun Bank Sentral Eropa (ECB) telah menyuntikkan stimulus baru bulan lalu, tampaknya itu tidak secara signifikan memengaruhi pertumbuhan ekonomi zona euro.

Perkembangan pasaran beberapa komoditas utama di pasar internasional pekan lalu, dapat disimpulkan sebagai berikut:

E M A S

Pasaran: Meningkat. Harga emas naik pada Jumat di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS (Fed), dengan investor yang masih fokus pada data penyerapan tenaga kerja non pertanian  AS (non farm payroll).

Julius Baer, analis di Carsten Menke mengatakan, emas menguat didukung oleh tanda-tanda guncangan pertumbuhan global yang terus meningkat, dengan sektor manufaktur dan jasa AS yang melemah berkelanjutan.  

Di London, harga ditutup $1.499,15 per ounce Jumat, naik dari $1.489,90 harga sepekan lalu. 

Di Comex New York, kontrak Desember 2019 ditutup $1.512,90 per ounce Jumat, naik dari $1.506,40 harga sepekan lalu.

P E R A K

Pasaran: Beragam. Harga perak tidak menentu namun cenderung melemah karena permintaan investor lebih rendah dari perkiraan setelah baru-baru ini menguat mencapai level tertinggi sejak 1991.

Pelemahan harga perak dipicu oleh penurunan permintaan dari sektor industri di tengah prospek yang masih dibayangi oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat, memengaruhi sumber utama permintaan perak termasuk aplikasi otomotif.

Di London, harga spot ditutup $17,51 per ounce Jumat, naik dari $17,50 harga sepekan lalu.

Di New York, kontrak September 2019 ditutup $17,63 per ounce Jumat, turun dari $17,65 harga sepekan lalu.

T I M A H

Pasaran: Tidak menentu. Harga timah beragam namun cenderung melemah menuju penurunan tiga pekan berturut-turut karena prospek permintaan untuk komoditas ini terus memburuk di tengah perang perdagangan antara AS dan Tiongkok yang berkepanjangan.

Fitch Solution Macro Research melaporkan, harga timah masih relatif rendah karena sentimen seputar ekonomi global telah turun berkelanjutan dalam beberapa hari terakhir menyusul data indeks manajer pembelian, Price Manager Index (PMI) yang lemah dari AS dan  Tiongkok.

Di LME, kontrak timah tiga bulan ditutup $16.250 per ton Jumat, turun dari $16.275 dari harga sepekan lalu.

Di pasar timah Kuala Lumpur, harga spot ditutup $16.300 per ton Jumat, stabil dari harga sepekan lalu.

MINYAK MENTAH

Pasaran: Melemah. Harga minyak melingsir karena masih dibayangi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi global, meningkatkan kekhawatiran akan melemahnya permintaan untuk komoditas ini.

Data sektor jasa dan pertumbuhan pekerjaan AS yang lemah pada Kamis semakin memperparah kecemasan seputar permintaan minyak global. Harga komoditas ini terus melemah berkelanjutan karena perang perdagangan AS-Tiongkok yang berkepanjangan dikhawatirkan akan berdampak pada resesi ekonomi global.

Sementara itu, Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Kamis (3/10) mengatakan, eksportir minyak mentah terbesar dunia itu telah sepenuhnya mengembalikan kehilangan pasokan minyak yang sebelumnya sempat terhenti pasca serangan di salah satu fasilitas kilang minyak Saudi. 

Di London, kontrak Brent untuk Oktober 2019 ditutup menjadi $58,14 per barel Jumat, turun dari $62,68 harga sepekan lalu.

Di New York, kontrak New York Merchentile Exchange untuk Oktober 2019 ditutup $52,68 per barel, turun dari $56,22 harga sepekan lalu.

K A R E T

Pasaran: Merosot. Harga karet beringsut lebih rendah dan menuju penurunan mingguan ketiga di tengah kekhawatiran perlambatan seputar permintaan global. Penurunan harga komoditas ini juga dipicu oleh libur panjang di Tiongkok yang dimulai sejak 1 Oktober lalu, akibatnya operasi karet terhenti pekan lalu setelah gagalnya kontrak dengan rekan bisnis lokal dan luar negeri.

Menurut seorang pedagang yang berbasis di Tokio, kegagalan trader karet utama Tiongkok telah mengguncang pasar karet dan industri, berdampak pada ketidakpastian penjualan karet di Tokio dan Singapura pekan ini.

Di Tokio, kontrak benchmark Oktober 2019 ditutup 149,0 yen/kg pada Jumat, turun dari 157,6 harga sepekan lalu.

Di Thailand, STR-20 November 2019 ditutup  $1,29/kg, turun dari 1,38 harga sepekan lalu.

Di Singapura, TSR-20 Oktober 2019 ditutup $127,9/kg, turun dari 131,4 harga sepekan lalu.

Di Malaysia, SMR-20 untuk November 2019 ditutup  US 125,00 sen/kg, turun dari 128,00 harga sepekan lalu.

Di Indonesia, SIR-20 November 2019 ditutup 128,00 US sen/lb, turun dari 143,00 dari harga sepekan lalu.

K O P I

Pasaran: Bervariasi. Harga kopi beragam namun cenderung menguat didukung oleh menipisnya pasokan di pasaran. Menurut seorang sumber, perdagangan kopi di Vietnam masih lemah pekan ini karena pasokan kopi terus menipis berkelanjutan,  dengan hasil panen berikutnya diproyeksikan baru akan tersedia sekitar sebulan ke depan.

Di London, kontrak Robusta November 2019 ditutup $1.312,0 per ton Jumat, turun dari 1.314,0 dari harga sepekan lalu.

Di New York, kontrak Arabika Desember 2019 ditutup $102,05 per ton Jumat, naik dari  100,85 harga sepekan lalu.        

K A K A O

Pasaran: Melonjak. Harga kakao naik di tengah prospek defisit global pada periode panen 2019-2020, meskipun Pantai Gading -- penghasil kakao terbesar dunia -- diprediksi masih akan menghasilkan kakao dalam jumlah besar.

Data penggilingan kakao Eropa pada kuartal ketiga diproyeksikan akan rilis pada 16 Oktober mendatang, dengan fokus tertuju pada apakah akan ada pemulihan setelah penurunan pada kuartal kedua, yang sebelumnya telah membukukan penurunan 3,2 persen secara tahunan.

Di London, kontrak Maret 2020 ditutup £1.885,00 per ton Jumat, naik dari £1.873,00 harga sepekan lalu.                                             

Di New York, kontrak Desember 2019 ditutup $2.520,00 per ton Jumat, naik dari $2.505,00 harga sepekan lalu.

G U L A

Pasaran: Meningkat. Harga gula beringsut lebih tinggi karena sentimen pasar membaik didukung oleh tanda-tanda lonjakan ekspor gula dari India tertahan oleh tekanan harga lokal. Pemerintah India juga mengumumkan rencana pemangkasan biaya ekspor gula.

Di London, kontrak gula putih untuk Desember 2019 ditutup $340,60 per ton Jumat, naik dari $339,80 harga sepekan lalu.

Di New York, kontrak gula mentah untuk Maret 2020 ditutup 12,74 sen per lb Jumat, naik 11,63 dari harga sepekan lalu. (AFP/RM/AP/BT/FXS/htb)

()

Baca Juga

Rekomendasi