TIM astronot wanita pertama di dunia menorehkan sejarah dengan berjalan di antariksa, Jumat (18/10) tampa didampingi astronot pria. Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menugaskan dua astronaut perempuan untuk menjalankan program spacewalk pekan ini.
Kedua astronaut perempuan itu adalah Christina Koch dan Jessica Meir. Mereka diagendakan mengganti unit pengendali daya Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS). Misi extravehicular activity (EVA) dengan menugaskan antariksawan perempuan ini adalah pertama dalam sejarah berjalan di ruang angkasa.
Sepanjang sejarah, hanya 15 astronaut wanita yang pernah melakukan spacewalk, tetapi semuanya dilaksanakan berdampingan dengan rekan pria mereka. Tonggak spacewalk wanita pertama awalnya dijadwalkan Maret tahun ini. Semula hanya melibatkan Koch dan Anne McClain. Namun, rencana ini tinggal wacana, sebab pakaian ruang angkasa yang ukurannya pas dengan tubuh mereka tidak tersedia.
McClain, yang sudah lebih dulu berangkat ke ISS dan kembali ke Bumi pada Juni lalu menyampaikan pesan untuk Koch, Meir dan rekan-rekan mereka di ISS yang mengorbit.
"Spacewalk ketiga dalam musim spacewalk yang sibuk pekan ini. Tanggal tidak diketahui karena tugas semacam itu tidak terduga: mengganti unit yang rusak dengan baterai baru. Sangat bagus bahwa kita memiliki 4 spacewalkers ahli di ISS untuk memikul tugas berat ini. Mereka adalah tim-A!" tulis McClain melalui Twitter.
Enam orang bertugas di ISS saat ini dalam misi bernama Ekspedisi 61 adalah Koch, Meir, Andrew Morgan (NASA), Aleksandr Skvortsov dan Oleg Skripochka (Roscosmos), dan Luca Parmitano (ESA). Pejabat NASA menyatakan baterai-baterai tersebut sudah ditata ulang dan dilacak dengan cepat, berkat kegagalan salah satu pengontrol daya laboratorium yang mengorbit pada akhir pekan lalu. "Kerusakan daya adalah pengulangan dari masalah yang terjadi pada April, setelah pertukaran baterai pertama dilakukan," kata pejabat NASA saat konferensi pers, Rabu (16/10).
Perjalanan antariksa wanita dimulai pada Juli 1984 ketika kosmonot Rusia Svetlana Savitskaya menjadi yang pertama melakukannya.
Kosmonot Rusia Alexei Leonov melakukan perjalanan ruang angkasa pertama dalam sejarah pada tahun 1965. Sementara acara Jumat sudah lama datang, NASA mengatakan itu tidak direncanakan dengan sengaja. "Ini adalah sesuatu yang pasti akan terjadi pada akhirnya, dan peningkatan astronot wanita di ruang angkasa selama satu tahun terakhir memberikan jendela peluang lain," kata juru bicara NASA. (ap/tst/es)










