
Kualasimpang, (Analisa). Riska Syahputri (16), remaja yang ditabrak mobil Toyota Vios Altis B 8097 BF milik bandar sabu-sabu yang dikejar polisi di ruas jalan Simpang Paya Pocong, Kampung Tempel, Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Senin (11/3) malam, akhirnya meninggal dunia, Rabu (13/3) pagi.
Siswi kelas I SMAN 1 Kejuruan Muda ini menghembuskan nafas terakhir di salah satu rumah sakit di Kota Medan, Sumut rujukan dari RSUD Aceh Tamiang.
Jenazah Riska tiba di rumah duka di Dusun Pajak Pagi, Kampung Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang sekitar pukul 15.50 WIB, diba-wa menggunakan mobil ambulans RSU Bina Kasih.
Tangis haru pun tak terbendung mewarnai penyambutan jenazah Almarhumah Riska Syahputri binti Safrian yang memang sudah ditunggu oleh pihak keluarga dan ratusan warga setempat.
“Riska merupakan anak kedua dari tiga bersaudara,” kata Datok Penghulu (Kades) Kampung Alur Cucur, Siti Adnen kepada Analisa di rumah duka, Rabu (13/3) sore.
Diceritakan, Riska Syahputri mengalami kecelakaan bersama adik bungsunya pada malam itu. Sebelum Magrib, dia menjemput adiknya yang bermain badminton. Kemudian mereka pergi lagi ingin membeli jajanan di kawasan pintu gerbang Pertamina. Ibunya sempat bertanya mau ke mana lagi sudah mau Magrib, tapi sang anak tetap pergi.
“Sebelum kejadian itu sepertinya sudah ada tanda-tanda. Riska minta makan disuapi ibunya yang tidak pernah dia lakukan selama ini,” sebut datok penghulu mengutip perkataan keluarga korban.
Sementara sampai jenazah Riska dibawa pulang, belum ada satu pun personel polisi yang datang ke rumah duka.
“Dari pihak polisi belum ada yang datang. Tapi tadi pagi petugas Samsat ada telepon mau datang ke mari. Kemarin ada polisi ke rumah ini, tapi mungkin rumah sedang kosong karena semua keluarga sedang menunggu Riska di rumah sakit Medan,” terang Datok Alur Cucur.
Sangat kencang
Sejumlah warga sekitar menyatakan, sebelum kecelakaan adik korban mendengar ada suara letusan dari kejauhan seperti suara mercon. Secara mendadak sepeda motor korban disenggol mobil pelaku yang melaju sangat kencang. Akibatnya, tubuh kedua korban terpental jauh dan keluar dari badan jalan.
“Adiknya jatuh terguling-guling di rerumputan, sedangkan kakaknya Riska terpental menghantam tembok SMP dengan posisi kepala di bawah dan tubuhnya masih nempel di tembok,” kata warga.
Warga menyebutkan, meski tidak tampak ada luka serius di luar tubuh korban, tapi warga yang menolong korban memperkirakan leher korban patah.
“Pascakejadian itu koma terus sampai meninggal,” ujarnya.
Salah satu keluarga korban mengakatan, kondisi Rasya adik korban yang selamat dari kecelakaan itu saat ini sudah keluar dari rumah sakit Pertamina Rantau dalam proses penyembuhan. “Dia mengaku masih terasa pusing-pusing, tapi sudah mau sembuh lukanya,” katanya.
Riska, papar pihak keluarga anak kedua dari pasangan Safrian dan Dedek. Dia masih duduk dibangku kelas I SMAN 1 Kejuruan Muda, Kampung Durian. “Ayahnya sebagai Pekarya di PT Pertamina Rantau sebagai operator beko,” paparnya.
Dikatakan, Riska dirujuk dari RSUD Aceh Tamiang pada Selasa (12/3) dalam kondisi koma. Pihak keluarga mendapat kabar Riska telah meninggal dunia Rabu (13/3) sekitar pukul 10.00 WIB pagi.
“Jenazahnya akan dikuburkan pada hari ini juga di TPU desa setempat,” kata pihak keluarga.
Pemantauan Analisa, sejumlah siswa/i teman sekolah korban juga menyambut kedatangan jenazah Riska.
Mereka tampak kehilangan sosok Riska Syahputri yang dikenal baik dan ramah dalam pergaulan di sekolah.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut itu terjadi secara tiba-tiba saat remaja ini sedang mengendarai sepeda motor berboncengan bersama adik kandungnya, Rasya (12) pelajar kelas VI SD yang juga mengalami luka.
Korban ditabrak oleh mobil sedan dua terduga pengedar narkoba jenis sabu saat dalam pengejaran personel Dit Resnarkoba Polda Aceh.
Salah satu dari pelaku ditembak mati dan satu pelaku lagi dalam kondisi kritis. Dari penangkapan tersebut polisi juga mengamankan barang bukti sabu-sabu sebanyak 11 kg. (dhs)