Perguruan Tinggi dan Pemilu 2019

perguruan-tinggi-dan-pemilu-2019
Oleh: Dr. Haposan Siallagan, SH, MH. Institusi perguruan tinggi adalah sebuah institusi yang punya tanggung jawab dan tugas utama disebut dengan Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui tridarma ini diharapkan terbangun sumber daya manusia yang punya daya saing nasional, bahkan global sebagai generasi yang diharapkan bisa melahirkan “multiplier effect” bagi bangsa ini. Perguruan tinggi selalu menjujung tinggi norma-norma akademis dan kehidupan yang ilmiah. Berangkat dari sinilah, menjelang pemilu 2019 ini kampus harus menunjukkan jati dirinya netral dan tidak boleh berpihak kepada siapapun. Artinya, kampus harus mendorong terwujudnya pemilu yang demokratis dengan capaian-capaian yang bagus pula sebagai Out put dari pemilu tersebut. 

Mengingat kampus harus steril dan netral dari politik partisan, maka apa yang harus dilakukan oleh kampus agar pemilu 2019 bisa berjalan sukses dan mampu menghasilkan pemimpin, wakil rakyat yang punya intelektualitas, kualitas dan kapasitas yang bagus? Tentu pertanyaan ini harus jadi salah satu beban bagi perguruan tinggi, karena perguruan tinggi punya tanggung jawab moral meluruskan bagaimana proses politik yang baik dan sehat di negara ini. 

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Pendidikan Tinggi memiliki beberapa fungsi, sebagaimana disebutkan dalam UU No. 12 Tahun 2012 Pasal 4 bahwa pendidikan tinggi sebagai berikut: Pertama, mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua, mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma, dan ketiga, mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora.

Sementara tujuan pendidikan tinggi juga tertuang dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yaitu pada pasal 5. Dalam UU No. 12 Tahun 2012 pasal 5 tersebut disebutkan 4 (empat) tujuan pendidikan tinggi, yaitu sebagai berikut: Pertama, berkembangnya potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. Kedua, dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa. Ketiga, dihasilkannya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia. Keempat, terwujudnya Pengabdian kepada Masyarakat berbasis penalaran dan karya Penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Dari fungsi dan tujuan ini dapat kita lihat bahwa perguruan tinggi harus netral dalam pemilu 17 April 2019 ini. Hanya saja, apa saja yang bisa dilakukan oleh institusi perguruan tinggi sebagai insan intelektual agar pemilu 2019 sukses secara substansial dan bukan hanya sukses secara prosedural. Adapun indikator pemilu yang sukses secara substansial adalah: 

Pertama, pemilu 17 April 2019 bebas dari kampanye yang berbau SARA. Artinya, isu agama dan suku jangan diperdebatkan dalam rangka meraih suara. Ini adalah sebuah pembodohan secara sistematik jika isu SARA dimainkan hanya untuk meraih suara. Maka bertarunglah dengan ide dan gagasan. Kampanye yang dilakukan oleh caleg dan capres harus mengedukasi dan memberikan solusi atas pemecahan masalah bangsa ini. Dengan demikian, masyarakat tetap dalam keharmonisan dan tidak terlibat masalah konflik. Dalam hal inilah kesadaran elit politik sangat dibutuhkan untuk tidak memainkan SARA. Pemilu yang bebas SARA adalah pemilu yang berhasil secara substansial. 

Kedua, materi kampanye harus mampu mendidik masyarakat secara politik. Materi kampanye harus mampu juga membuat masyarakat cerdas dan melek politik. Dengan demikian, masyarakat akan semakin tercerahkan sebagai konstituen yang punya tanggung jawab dan punya partisipasi yang rasional. 

Ketiga, masyarakat harus mampu menerima perbedaan pilihan. Artinya, sekalipun beda pilihan itu adalah hal biasa. Dengan menerima perbedaan pilihan tentu ini bagian dari pendewasaan demokrasi. Siapapun pilihan harus dihormati asalkan pilihan itu datang dari hati nurani dan bukan karena terlibat money politic. 

Keempat, Pemilu 2019 harus bebas dari segala praktik kecurangan dan money politic. Masyarakat, KPU, Bawaslu dan unsur lainnya harus bersatu padu untuk menolak segala bentuk praktek kecurangan. Masyarakat juga sangat dibutuhkan kesadarannya untuk melaporkan segala bentuk kecurangan agar pemilu 2019 tertib secara administratif. Inilah pemilu yang substansial. Jika keempat poin ini bisa dilakukan dengan baik maka Pemilu 2019 akan menghasilkan Presiden yang visioner, cerdas, bebas KKN dan DPR, DPRD yang punya kompetensi, dan mampu melihat visi yang jauh kedepan. 

Hanya saja, apa yang harus dilakukan oleh institusi perguruan tinggi agar pemilu 2019 bisa berjalan dengan baik dan mampu menjawab substansi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kampus bisa saja membangun dialog, memfasilitasi diskusi yang independen dengan kadar ilmiah yang tinggi, mengembangkan simulasi pemilu yang adil, jujur, dan transparan. 

Kampus punya potensi yang sangat besar. Ada akademisi yang punya buah pikiran yang bisa jadi rujukan. Artinya, kampus harus mendorong bagaimana agar pemilu 2019 ini bisa berjalan dengan baik, terukur dengan indikator dan parameter yang jelas. Untuk itu, kampus perlu membangun diskusi yang adil, jujur, transparan tanpa melakukan keberpihakan. Independesi kampus harus terjaga dan memberikan pendidikan politik kepada rakyat agar masyarakat berpartisipasi dalam pemilu. Dengan demikian pemilu 2019 yang kita harapkan adalah jawaban atas permasalahan bangsa yang sangat kompleks, apalagi di era revolusi industri 4.0 ini membutukan kompetensi, inovasi, kreativitas kita bersama. Semoga!!!!.*** 

Penulis adalah; Rektor Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan

()

Baca Juga

Rekomendasi