Pabatu, (Analisa). Direktur Utama PTPN III Siwi Peni mengatakan perusahaan dituntut efisien, efektif dan kreatif, juga harus mampu bersaing menjadi daya tarik karena karyawan harus merasa nyaman dan bisa berkembang.
"PTPN IV masih menyimpan potensi yang sangat besar dan luar biasa, sebab sejak tahun 2017 produktivitas TBS meningkat dari semula rata-rata 19,21 ton TBS per Ha sejak 2013 lalu. Meningkat menjadi di atas 20,37 ton TBS per ha tahun 2017 dan 20,90 ton TBS per Ha pada tahun 2018," ujar Dirut PTPN IV Siwi Peni pada Perayaan HUT ke-23 PTPN IV di Lapangan Golf Pabatu, Minggu (31/3).
Acara yang berlangsung meriah juga dihadiri Komisaris Utama PTPN IV I Ketut Diarmita, Komisaris Anggota Pos M Hutabara, Komisaris Independen Osmar Tanjung, Direktur Komersil Umar Affandi, Direktur Operasional Rediman Silalahi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Rizal H Damanik, Ketua Umum SP-Bun PTPN IV Wispramono Budiman, Ikatan Keluarga Besar Isteri PTPN IV Yubaidah, Koni Gusti Pakpahan, Fitrina Pamari, undangan dan lainnya.
Dia menambahkan, produktivitas sampai dengan Maret 2019 merupakan capaian minyak per ha tertinggi terhadap capaian empat tahun terakhir atau naik 20,8 % dari rata-rata capaian minyak per Ha. “Saya merasa gembira bahwa capaian minyak sawit Maret 2019 telah tumbuh rata-rata 10,08 % dibanding tahun lalu," sebutnya.
Capaian kinerja ini, katanya, menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program kerja 2018, dengan prioritas mendukung aspek produksi untuk peningkatan produktivitas perusahaan. Seperti pencegahan pencurian produksi TBS, perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan pabrik, perbaikan tanaman termasuk perbaikan kultur teknis tanaman, perbaikan pola panen, angkutan dan lainnya.
Disebutkan, program kerja 2019 adalah selain melanjutkan program kerja 2018 juga akan dibangun dan diperbaiki rumah karyawan dengan prioritas rumah non permanen dan semi permanen. “Kita harapkan dengan fasilitas perumahan yang baik, karyawan akan lebih nyaman dan fokus dalam bekerja, sehingga dapat lebih meningkatkan produktivitas perusahaan," tuturnya.
Selain itu, tambah Siwi, PTPN III dan PTPN IV juga memiliki minyak goreng kemasan yang diproduksi PT Industri Nabati Lestari yang lokasinya di Sei Semangkei. "Nah ini adalah gabungan dari PTPN III dan PTPN IV sahamnya untuk PTPN III itu 51% PTPN IV 49%. Memang pabriknya sedang commissioning, tapi sudah mulai dijual ekspor," ujar Siwi.
Sebelumnya, I Ketut Diarmita mengaku bangga dan kecil dihadapan Dirut PTPN IV, karena raihan-raihan prestasi dan penghargaan yang didapatnya sungguh luar biasa. Untuk itu, dia berharap di usia yang ke-23 tahun, PTPN IV terus jaya agar prestasi yang sudah ada bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan.
"Teruslah berinovasi agar PTPN IV menjadi BUMN yang terbaik di seluruh Indonesia sesuai harapan Dirut PTPN IV. Selain itu, diharapkan PTPN IV juga mampu menyejahterakan karyawan dan masyarakat sekitar dengan progran CSRnya," ujarnya.
Selain ditandai pelepasan balon dan pemotongan tumpeng, perayaan HUT PTPN IV tersebut juga dirangkai pemberian santunan kepada 250 anak yatim berasal dari sekitar perusahaan yaitu, Kedai Damar Pabatu, Afdeling 1 -7 Pabatu, Desa Naga Kesiangan, Desa Basumbuh Kampung Beteng, Keluaran Pabatu Kota Bayu, Kelurahan Lubuk Baru Batu Empat, Kelurahan Padang Merbau Pasar Tengah dan Kota Tebingtinggi dan sekitarnya. 250 paket sembako terdiri dari beras 10 kg, gula 1 kg dan minyak goreng 1 liter.
Di samping itu, juga dilakukan pemberian apresiasi kepada 45 anak karyawan yang masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Tinggi (SNMPTN) 2019. Pemberian motivasi kinerja dan pancapaian target tahun 2018 Kebun dan PKS, dilakukan penilaian terhadap kinerja masing-masing Kebun dan PKS.
Kinerja Kebun Terbaik 2018 dengan melihat protas terhadap potensi, RKAP dan protas terhadap pada 2017 serta rendemen minyak sawit, inti sawit, kontribusi minyak sawit, CPO/ hektar, harga pokok produksi exclude Pembibitan, yaitu Kebun Air Batu Darma Moga S. Purba/Ahmad Syafruddin Manurung menerima uang tunai Rp25juta, Kebun Sosa Misran menerima uang tunai Rp15juta, Kebun Pulu Raja, Mazriefnal Muaz menerima uang tunai Rp10juta.
Kinerja PKS Terbaik 2018 dengan melihat rendemen minyak, inti, mutu produksi CPO, inti, Kapasitas olah per jam, realisasi cangkang disisihkan, utilitas dan stagnasi pabrik, kehilangan minyak dan inti terhadap TBS dan harga pokok, yaitu PKS Pabatu Fitra Rinaldi menerima uang tunai Rp25juta, PKS Gunung Bayu Adhri Basari D menerima uang tunai Rp15juta, PKS Adolina Noveri Idris Butar-Butar menerima uang tunai Rp10juta. (msm)










