Selain Chernobyl

Beberapa Tempat Juga Miliki Radiokaktif Tinggi

beberapa-tempat-juga-miliki-radiokaktif-tinggi

BANYAK efek berbahaya dan tidak diinginkan dari zat radioaktif di bumi terutama bagi manusia, hewan dan lingkungan sekitarnya. Terutama dengan pembuangan senjata nuklir atau kon­taminasi radioaktif, ba­nyak manusia  bisa menghadapi an­caman besar.

Menurut laporan 2010 dari Blacksmith Institute, radionuklida adalah di antara enam ancaman teratas yang menimbulkan risiko besar bagi lingkungan. Ada ber­bagai negara di seluruh dunia yang telah terpapar aktivitas radioaktif yang tinggi, di mana penduduk harus hidup di bawah ketakutan terus-menerus akan dampak buruknya pada kesehatan dan kehidupan mereka. Selain Chernobyl, berikut beberapa tempat paling radioaktif di bumi:

- Hanford, AS

Situs Hanford didirikan pada  1943 dan merupakan bagian penting dari proyek bom atom AS dalam pembuatan plu­tonium yang digunakan untuk pengu­jian bom nuklir pertama di Nagasaki. Pada saat Perang Dingin, proyek ini diperpanjang untuk memasok plutonium bagi sekitar 60.000 senjata nuklir di seluruh Amerika.

Situs ini dinonaktifkan setelah Perang Dingin, tetapi telah meninggalkan dua pertiga dari limbah radioaktif tingkat tinggi - sekitar 53 juta galon yang disimpan di dalam 177 tangki penyim­panan, 25 juta kaki kubik limbah radio­aktif padat dengan 200 mil persegi terkontaminasi air tanah di sekitar lokasi.

- Mediterania

Mafia Italia, Ndrangheta, telah terlibat dalam membuang limbah radioaktif ke laut selama bertahun-tahun. Mereka juga mengirim kapal ke berbagai negara dengan limbah radioaktif dan mereka terus mendapat untung dari pem­buangan limbah ilegal.

Legambiente, sebuah LSM berbasis di Italia bekerja mela­kukan konservasi dan perlin­dungan lingkungan. Badan ini memberikan data pada 40 kapal me­ngandung limbah radioaktif yang hilang di perairan laut sejak tahun 1994. Jika laporan ini terbukti benar, maka hal itu dapat menimbulkan risiko besar pence­maran lingkungan ke Laut Me­dite­rania.

- Pantai Somalia

Menurut beberapa laporan, anggota geng mafia Italia telah membuang limbah radioaktif ke perairan Pantai Somalia sejak lebih satu dekade. Akibatnya, ada dugaan bahwa garis pantai telah diracuni limbah berbahaya bersa­maan mening­katnya ancaman terhadap populasi manusia yang tinggal di daerah tersebut dengan pemerintah yang tidak berfungsi.

Barel berkarat yang ditemukan di sepanjang garis pantai Somalia selama tsunami pada 2005 me­nyebabkan penyakit karena radiasi di mana hampir 300 orang kehilangan nyawa.

- Mayak, Rusia

Bencana Kyshtym adalah salah satu kontaminasi radioaktif terburuk yang terjadi di pabrik nuklir di Mayak, Rusia. Sesuai Skala Nuklir Internasional, telah ditempatkan pada Level 6 yang menja­dikannya peristiwa ben­cana nuklir paling serius ketiga setelah Fukushima Daiichi dan bencana Chernobyl.

Ada sekitar 100 ton limbah radioaktif yang dilepaskan karena ledakan. Limbah ini dibuang ke Danau Karachay dan daerah sekitarnya yang menyebabkan kontaminasi luas dari perairan.

- Sellafield, Inggris

Sellafield yang terletak di dekat desa Seascale di seberang pantai Laut Irlandia di Inggris pada awalnya merupakan situs nuklir yang digunakan untuk produksi plutonium. Sejak situs memulai ope­rasinya, ada sejumlah kasus kecelakaan yang telah dilaporkan di lokasi.

Laut Irlandia yang dianggap sebagai laut paling radioaktif di dunia menerima sekitar 8 juta liter limbah yang terkon­taminasi dari kasus ini.

- Siberian Chemical Combine, Rusia

Fasilitas Siberian Chemical Combine terletak sekitar 3000  km dari Moskow di Siberia. Sejak awal Perang Dingin, situs ini digunakan sebagai bagian dari program nuklir Rusia selama sekitar 40 tahun, di mana bahan nuklir sedang diproduksi.

Pabrik ditutup tetapi terus digunakan sebagai fasilitas penyimpanan yang mengandung bahan radioaktif. Sebagian besar limbah cair disimpan di kolam tanpa perlindungan dan sekitar 125.000 ton limbah padat disimpan dalam wadah yang tidak dirawat dengan baik.

- Polygon, Kazakhstan

Situs tes Semipalatinsk yang juga dikenal sebagai Polygon adalah salah satu lokasi utama untuk pengujian senjata nuklir Uni Soviet. Sekitar 456 uji coba nu­klir telah dilakukan dari  1949 hingga 1989 tanpa memperhatikan dam­pak serius dari efek radiasi pada populasi manusia di sekitarnya.

Hingga 1991, sampai fasilitas itu ditutup, pemerintah Soviet ti­dak pernah mengungkapkan risiko kerugian yang timbul dari radiasi kepada publik. Menurut para ilmuwan, lebih dari 200.000 orang telah terpapar risiko kesehatan secara langsung karena radiasi yang disebabkan oleh pengujian nuklir yang dilakukan di situs ini.

- Mailuu-Suu, Kyrgyzs­tan

Kota penambangan uranium sebe­lumnya, Mailuu-Suu bertang­gung jawab karena menyebabkan kontaminasi radioaktif di sekitar wilayah dengan kegiatan penam­bangannya dari limbah nuklir. Tempat pemrosesan dan penam­bangan uranium ini menyisakan sekitar 1,96 juta meter kubik lim­bah uranium dan 26 tempat pembuangan limbah dapat dite­mu­kan di dekat batas kota yang dihuni sekitar 25.000 orang.

Blacksmith Institute, sebuah LSM menilai kota ini sebagai tempat paling tercemar ketiga di dunia berdasarkan studi dan penelitian mereka pada 2006. Tanah longsor, gempa bumi dan banjir cukup umum di wilayah ini yang meningkatkan risiko konta­minasi radioaktif di sepanjang sungai.

-  Fukushima, Jepang

Gempa bumi dan Tsunami 2011 bertanggung jawab atas bencana pem­bangkit listrik tenaga nuklir. Akhirnya, bencana alam itu menyebabkan kega­galan pe­ralatan di situs tersebut dan me­nyebabkan kehancuran tiga reak­tor nuklir yang melepaskan sejumlah besar bahan radioaktif ke daerah sekitarnya.

Ini dianggap sebagai salah satu ke­ce­lakaan nuklir terbesar setelah insiden Cher­nobyl pada  1986 dan terus menjadi an­­caman besar bagi lingkungan dan pen­duduk manu­sia di seluruh dunia. (bbs/idntc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi