
Demikian disampaikan Wakil Bupati H M Ali Yusuf Siregar, di sela-sela peninjauan peresmian pabrik pakan ternak, PT Indojaya Agrinusa (Indojaya), di Kawasan Industri Medan (KIM) tahap IV, Selasa (9/7).
Untuk itu dengan bekerja sama Dinas Pertanian, nantinya Pemkab mengupayakan harga jual produksi jagung petani Deliserdang ini, dapat disesuaikan dengan harga kebutuhan pasar industri. Wabup meyakini dengan kehadiran anak perusahaan dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Jafpa) ini, dapat meningkatkan PAD Deliserdang serta menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
Selain itu, dia berharap kedepan perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis, seperti pembibitan ayam dan kemitraan budidaya ayam broiler (pedaging) ini, siap menjadi ‘bapak angkat’ bagi petani ternak daerah.
Pada kesempatan itu, Vice President Head of Feed Operation Unit Medan dan Padang,Anwar Tandiono (Acai), menyebutkan kebutuhan bahan baku industrinya rata-rata mencapai 1, 1 juta ton per tahun. Namun Sumut baru bisa memenuhinya sekitar 800 ribu ton.
“Sehingga untuk kebutuhan bahan baku kami terpaksa melakukan pengiriman melalui jalur antarpulau,seperti Sulawesi, Gorontalo, Sumbawa dan Makassar,” tambahnya.
Harapannya, petani Sumut ke depan dapat meningkatkan produksi lebih banyak lagi. “Artinya dengan terpenuhinya bahan baku dari sini, akan mengurangi biaya transportasi perusahaan kami untuk mengirim jagung dari luar Sumut,”tambahnya.
Bahkan dengan kehadiran pabrik baru ini, pihaknya turut berkontibusi bagi Pemerintah dalam membuka lapangan kerja baru bagi penduduk setempat. Apalagi pabrik ini menyerap 80% sumber daya manusia dari masyarakat lokal.
Termasuk juga pihaknya berkomitmen mewujudkan kemandirian pangan, khususnya dalam membantu menyediakan pasokan protein hewani yang berkualitas dengan harga terjangkau di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Pekanbaru dan Kepulauan Riau, dengan kualitas produk berstandar internasional.
Disebutkan, melalui peresmian PT Indojaya di Kawasan Industri Modern 4 di lahan seluar 12 Ha ini, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk telah melakukan ekspansi bisnis dengan nilai investasi pabrik baru sebesar Rp600 miliar.
Pabrik baru ini merupakan perluasan dari pabrik sebelumnya yang berada di wilayah Tanjung Morawa Deliserdang. Saat ini kapasitas produksi pabrik sebesar 20.000 ton per bulan. Nantinya kapasitas produksi pabrik ini maksimal sebesar 40.000 ton per bulan.
Di area KIM 4 ini, pihaknya telah melakukan proses pembangunan pabrik pakan ikan dan udang yang memiliki kapasitas produksi pakan ikan apung sebesar 9.500 ton per bulan, pakan ikan tenggelam sebesar 2.000 ton per bulan, dan pakan udang sebesar 700 ton per bulan. (maa)