
Medan, (Analisa). Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan, mengukuhkan kadet prala dan mengukuhkan perwira muda, Sabtu (13/7) di Kampus AMI Jalan Brigjend Bejo/Pertempuran Pulo Brayan Medan. Para kadet ini akan mengikuti praktik laut dengan waktu yang telah ditentukan.
Direktur AMI Medan Capt. Dafid Ginting M Mar MSi, mengatakan, AMI Medan sudah hampir 59 tahun ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa pada bidang pelayaran. AMI Medan merupakan satu-satunya perguruan tinggi maritim swasta yang sudah mendapatkan “approval” dari Dirjen Perhubungan Laut di Pulau Sumatera.
AMI Medan memilih jalur spesifik tentu tidak bisa disamakan dengan perguruan tinggi lain yang tidak menuntut syarat-syarat spesifik seperti yang harus dipenuhi oleh AMI Medan.
Dikatakan Dafid, momentum ini merupakan peristiwa bersejarah bagi taruna setelah sekian lama menimba ilmu dengan berbagai suka dan dukanya. Hal tersebut juga merupakan bagian dari perjuangan untuk mencapai kesuksesan. “Jadikan peristiwa ini sebagai “starting point” di dalam mewujudkan cita-cita yang telah direncanakan untuk masa mendatang.
“Carilah sebanyak-banyaknya pengalaman dan amalkan ilmu yang sudah diperolah bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Berikanlah yang terbaik, keberhasilan anda di tengah-tengah masyarakat merupakan barometer kesarjanaan sejati natinya,” ujar Dafid.
Pada kesempatan itu Dafid juga mengatakan, mengingat ijazah ANT III dan ATT III berlaku secara internasional maka sejak 2014 salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon taruna AMI Medan adalah harus menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar. Dalam waktu dua tahun setelah resmi diterima menjadi calon taruna harus memiliki toefl minimal 450.
Proses
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim, Dr Yuris Danilwan SE MSi Phd, melalui Sekretaris Yayasan Guswali SE, mengatakan, Kadet Prala merupakan proses yang harus dilalui taruna yang lulus ujian keahlian laut tahap pertama, untuk melaksanakan praktik laut di kapal niaga selama satu tahun.
Dikatakan, AMI Medan kembali mengukuhkan kadet prala sebanyak 50 orang, terdiri dari 20 kadet prala nautika, 30 kadet prala teknika. Hal ini mencerminkan keberhasilan manajemen AMI Medan dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk bersaing di pasar tenaga kerja domestik dan internasional.
Semangat untuk membangun sumber daya manusia yang terampil didukung penuh Yayasan Pendidikan Maritim dengan senantiasa mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung pendidikan dan pelatihan, guna menunjang keberhasilan program dimaksud. “Komitmen yayasan secara bertahap dan berkesinambungan telah terealisasi dengan berdirinya gedung yang cukup representatif, adanya briged simulatator, dan engine simulator, dengan pengadaannya mengeluaran anggaran senilai Rp14 miliar,” katanya.
Pada kesempatan ini juga dilantik 54 perwira muda pelayaran bagi taruna yang telah menyelesaikan pendidikan profesi pelaut sekaligus diploma ahli madya pelayaran. (sug)