Medan, (Analisa). Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Kwardasu) yang selama ini berkantor di Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan kini untuk sementara pindah ke UPT Mekanisme Pertanian, Dinas Pertanian Sumut Jalan Jenderal AH Nasution, Medan.
Bekas kantor Kwardasu yang sudah ditempati sekira 50 tahunan itu, kini sudah rata dengan tanah. Informasi dihimpun, bekas kantor yang lama yang berada di pusat Kota Medan itu akan dijadikan taman kota atau ruang terbuka hijau (RTH).
Kepala Tata Usaha Kwardasu, Darsono kepada Analisa, Kamis (4/7), mengatakan perpindahan itu akan memberikan semangat baru. Kantor lama memang memberi kenangan yang luar biasa, apalagi letaknya persis di inti kota. "Ada kenangan yang luar biasa, banyak pramuka yang pernah berkunjung ke kantor itu, baik dari lokal, regional, nasional, bahkan dari luar negeri.”
Menurutnya, yang dari mancanegara ada yang singgah sekadar berkenalan sesama pramuka lintas negara. “Kita ketahui, pramuka yang secara internasional dikenal sebagai scout merupakan pendidikan kepanduan tersebar di seluruh dunia. Kadang ada wisman yang juga seorang pramuka melintas di sekitar kantor Kwardasu, lalu menyempatkan diri untuk singgah, menyapa, dan mengenalkan diri dengan kalimat 'I am scout'. Tentu itu jadi kesan tersendiri."
Kalau pramuka dari Asia, seperti Malaysia, Thailand, Korea dan lainnya yang berkunjung, selain menyapa juga bertukar cinderamata khas. Misalnya atribut pramuka seperti setangan leher, ring kacu, dan lainnya. Lokasinya yang strategis, tentu jadi nilai tersendiri karena mudah diakses.
Terkait pindah kantor itu, Darsono menyampaikan, prosesnya dilakukan secara singkat. Informasi pengosongan gedung diterima pada Jumat (28/6). Lazimnya pramuka yang cekatan, perpindahan dilakukan pada Sabtu, Minggu hingga Senin berikutnya. Untuk mengangkut perkakas kantor, dua unit truk dari Yonzipur 1/DD turut membantu. Selesai menyusun barang-barang di kantor (sementara) yang baru, kinerja kwartir pun dilanjutkan.
Bagi Darsono yang sudah lebih 30 tahun mengabdikan diri di Kwardasu, kantor kwarda yang berada persis di sebelah Lapangan Benteng itu punya arti tersendiri. Ia pun sedikit mengisahkan kilas balik pendirian kantor yang kondisinya sempat kopak-kapik dalam beberapa tahun terakhir akibat kekosongan kepemimpinan di Kwardasu.
"Masa itu, pimpinan kwartir daerah dan cabang dekat dan identik dengan pembinaan dari orang-orang di kemiliteran. Akhirnya, bekas kantor Jasdam I/Bukit Barisan diserahkan kepada Kwardasu untuk dikelola dan dijadikan sekretariat sejak sekitar 1973 hingga 2019 ini,” kenang Darsono.
Setelah dimanfaatkan hampir 50 tahun dan beberapa kali mengalami renovasi, akhirnya kesekretariatan Kwardasu harus pindah dari gedung yang kinisudah dirobohkan itu. “Kita harapkan ini juga jadi momen awal kebangkitan pramuka di Sumut," jelasnya yang akrab dipanggil Kak Darsono.
Ia berharap, perpindahan itu merupakan sebuah hijrah menuju Kwardasu yang lebih baik. Diketahui selama beberapa tahun terakhir, aktivitas Kwardasu sempat mengalami banyak kendala akibat permasalahan kepengurusan. Namun, setelah Musda 2919 lalu yang menetapkan Ketua Kwardasu 2019-2024, H Nurdin Lubis, akan membawa harapan baru bagi kemajuan Gerakan Pramuka di Sumut.
"Kita mulai membuka lembaran baru Kwardasu. Jangan hanya kantor yang baru, tapi juga pemikiran dan semangat juga harus baru untuk memajukan dan mengembangkan serta mengembalikan marwah Kwardasu," katanya.
Di kantor yang baru, aktivitas dan operasional Kwardasu, khususnya bidang administrasi sudah kembali normal. Kini berbagai pembenahan dilakukan, seperti rekrutmen angggota DKD, penyusunan kepengurusan Kwardasu 2019-2024, dan rencana Rakerdasu. (amad)











