UAS Pandu Syahadat Seorang Mualaf di Masjid Al Hidayah Medan Denai

uas-pandu-syahadat-seorang-mualaf-di-masjid-al-hidayah-medan-denai

Analisadaily (Medan) - Ustaz Abdul Somad (UAS) memulai rangkaian pulang kampungnya ke Sumatera Utara dari Masjid Al Hidayah, Menteng Indah, Medan Denai. Dalam tausiah dan kajian Islam yang dihadiri sekitar 1.000 jamaah, UAS memandu pengucapan syahadat seorang mualaf.

Kunjungan UAS ini menyedot perhatian masyarakat yang telah hadir ke lokasi sejak pagi hari. UAS sendiri hadir di lokasi pada pukul 13.30 WIB dan disambut lantunan shalawat dari jamaah masjid.

Sebelum tausiah dimulai, Ketua BKM Al Hidayah, Ibrahim Yusuf Siagian, mengatakan kedatangan UAS memang sangat ditunggu oleh masyarakat Menteng dan sekitarnya.

"Alhamdulillah, semoga kedatangan UAS memberikan keberkahan pada kami warga Menteng Indah," kata Ibrahim, Minggu (18/8).

Ibrahim menyebut, persiapan pihaknya dalam menanti kedatangan UAS tergolong singkat. Namun dengan kerjasama semua pihak, tausiah dan kajian Islam bersama UAS berlangsung dengan baik.

"Kami bangga UAS bisa hadir bersama kami," terangnya didampingi Ketua Panitia, Abdul Rahman dan Sekretaris, Alamsyah Siregar.

UAS pada tausiahnya menyampaikan materi dalam Surah Al Hujurat ayat 10-12. Menurutnya, dalam ayat itu Allah SWT menegaskan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan dalam silaturahmi. Persatuan yang baik akan rusak jika kita senang mengejek orang lain dengan panggilan yang buruk, atau menjelekkan diri sendiri.

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara dalam agama, karena itu bila mereka bertikai, maka damaikanlah," ucap UAS.

Ayat selanjutnya, Allah SWT mengingatkan, soal jangan menghina kaum yang lain. Dan janganlah sekelompok wanita menghina sekelompok yang lain, karena bisa jadi kelompok yang dihina itu lebih baik di sisi Allah, dan janganlah kalian mencela saudara-saudara kalian sendiri, karena kedudukan mereka seperti kalian sendiri.

"Kenapa perempuan dalam ayat ini, karena perempuan senang bercerita," ucap UAS disambut tawa jamaah.

Dalam kesempatan itu, UAS juga sempat menyinggung soal video dirinya yang viral dan dianggap menghina agama tertentu.

"Makanya video jangan dipotong-potong. Niat memotong dan memviralkan video itu patut dipertanyakan. Tidak mungkin saya menghina. Saya hanya menyampaikan jawaban tentang hukum Islam dalam pengajian di Pekanbaru. Jawaban itu berdasarkan hadits, bukan menurut saya. Jadi perhatikan juga konteksnya. Itu video lama pula," kata UAS.

Memandu Syahadat

Dalam kesempatan itu, UAS sempat memandu pengucapan dua kalimah syahadat dari seorang mualaf perempuan bernama Desliana Br Manalu.

"Apakah saudara dalam paksaan untuk mengucapkan dua kalimah syahadat," tanya UAS.

Boru Manalu yang didampingi sejumlah sahabatnya menyatakan kesiapannya memeluk agama Islam. UAS pun memimpin pengucapannya.

"Setelah ini kita doakan istiqomah dan tolong terus dibimbing oleh mualaf center. Jangan pula dia tidak didampingi. Pengurus Masjid Al Hidayah pun saya minta mencatat ini supaya bisa dikontrol," pungkasnya.

(RZP)

Baca Juga

Rekomendasi