Ingin Menandingi Negara Tetangga

Pakistan Siap Kirim Angkasawan Pertama 2022

pakistan-siap-kirim-angkasawan-pertama-2022

LUAR angkasa atau anta­riksa merujuk pada bagian yang relatif kosong dari Jagad Raya, di luar atmosfer dari benda "celes­tial". Istilah luar angkasa diguna­kan untuk membedakannya dengan ruang udara dan lokasi "terres­trial".

Karena atmosfer Bumi tidak memiliki batas yang jelas, namun terdiri dari lapisan yang secara bertahap semakin menipis de­­ngan naiknya ketinggian, tidak ada ba­tasan yang jelas antara atmos­fer dan ang­kasa.

Ketinggian 100 kilometer atau 62 mil ditetapkan oleh Fédération Aéronautique Internationale merupakan definisi yang pa­ling banyak diterima sebagai batasan an­tara atmosfer dan angkasa.

Di Amerika Serikat (AS), seseorang yang berada di atas ketinggian 80 km dite­tapkan sebagai astronot. 120 km (75 mil atau 400.000 kaki) menandai batasan di mana efek atmosfer menjadi jelas se­waktu proses memasuki kembali atmosfer (re-entry).

Mencapai orbit membutuhkan kece­patan tinggi. Sebuah pesawat belum men­capai orbit sampai ia memutari Bumi be­gitu cepat sehingga gaya sentrifugal ke atas membatalkan gaya gravitasi ke bawah pesawat.

Saat satelit "Sputnik" 1957 diluncurkan ke antariksa, sebuah era baru terbuka. Lom­ba di antara negara adidaya untuk me­nguasai luar angkasa. Luar angkasa me­nyimpan berjuta misteri. Rasa ingin tahu yang dimiliki manusia tentu saja men­jadikan luar angkasa menarik untuk dija­dikan tempat eksplorasi.

Berbagai upaya dilakukan untuk bisa mengeksplorasi ang­kasa, baik itu dengan peluncuran pesawat, roket maupun satelit. Ketika suatu misi eksplorasi berhasil melakukan pencapaian, tentu berdampak positif terhadap ilmu pengetahuan.

Selain upaya ilmu pengeta­huan, luar angkasa juga menjadi ajang "space race" atau perlom­baan antariksa antara Amerika Se­rikat (AS) dengan Uni Soviet. Kedua ne­gara berlomba-lomba untuk menen­tu­kan siapa yang tercepat dan menjadi yang pertama mencapai prestasi di angkasa.

Setelah AS. Rusia dan Tiong­kok mela­kukan eksplorasi ke antarariksa, kini Pa­kis­tan berniat untuk mengirim astronot per­ta­manya ke antariksa pada 2022 dan akan mulai menyeleksi para calonnya ta­hun depan.

Negara tetangga dan musuh bebu­yu­tan­nya, India, telah me­ngi­rim angkasawan pertama ke antariksa pada 1984 dalam misi bersama pimpinan Soviet. Ne­gara itu meluncurkan roket ke antariksa pada Se­nin (22/7) untuk usaha mendaratkan pe­nge­lana­nya dengan aman di bulan, seba­gai misi ambisiusnya saat ini.

Program Pakistan itu diumum­kan 50 tahun setelah misi luar angkasa Amerika Apollo 11 mendaratkan manusia pertama di bulan, menandai permulaan baru setelah me­musatkan perha­tian pada pengem­ba­ngan satelit-satelit komunikasi.

"Ini akan menjadi langkah terbesar dalam sejarah kami untuk kegiatan luar ang­kasa," ujar Menteri Teknologi dan iptek Chaudhry Fawad Hussain dalam cuitan di Twitter.

Satu panitia pemilihan akan mulai me­nyeleksi para calon pada akhir Februari, katanya.

Badan Antariksa Nasional Pakistan, SUPARCO dibentuk pada 1961 dan me­luncurkan satelit komunikasi pertama 50 tahun kemudian dengan bantuan Badan An­tariksa dan Kerjasama Teknologi Tiong­kok. (anc/rtr/tst/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi