Head of Marketing Grab Food and New Business, Grab Indonesia, Ichmeralda Rachman (Analisadaily/Reza Perdana)
Analisadaily (Medan) - Sebagai salah satu wujud komitmen penguatan jaringan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Grab umumkan pembukaan perdana GrabKitchen di Medan, Sumatera Utara. Grab meluncurkan dua cloud kitchen baru di Medan.
Melalui GrabKitchen, kini UMKM dapat memperluas bisnisnya tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembukaan outlet. Sepanjang bulan November 2019, diluncurkan di dua lokasi, yaitu GrabKitchen Polonia dan GrabKitchen Pahlawan.
Dengan ekspansi ini, GrabFood akan mengoperasikan 30 titik GrabKitchen di seluruh Indonesia, menjadikannya jaringan cloud kitchen terbesar dengan lokasi yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bali, dan Medan.
Head of Marketing Grab Food and New Business, Grab Indonesia, Ichmeralda Rachman mengatakan, lokasi masing-masing GrabKitchen ditentukan berdasarkan analisis mendalam terhadap pola perjalanan dan pemesanan makanan para pengguna aplikasi untuk memilih merchant berpotensi yang menempati dua titik GrabKitchen di Medan.
"Dengan menggabungkan hasil analisis, data santapan terpopuler di GrabFood, serta pesanan makanan pada waktu makan, GrabKitchen menjalin kerja sama dan menjadi rumah baru bagi 12 merchant favorit masyarakat Medan," kata Ichmeralda di Medan, Rabu (27/11).
GrabKitchen memberi peluang bagi UMKM untuk memperluas bisnis mereka secara murah dan mudah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Pemilihan lokasi GrabKitchen dilakukan berdasarkan analis terhadap data mengenai pola perjalanan dan pemesanan makanan para pelanggan GrabFood.
"Analisa tersebut kemudian digunakan untuk menentukan kategori merchant yang menempati dua titik GrabKitchen di Medan," ujarnya.
Owner Ayam Goreng Karawaci Medan, Fahmi Al Syahid mengungkapkan, sejak bergabung dengan GrabFood, bisnis berkembang pesat. Hal ini mendasari untuk menyambut baik kesempatan bekerja sama dengan GrabKitchen.
"Salah satu tantangan utama untuk mengembangkan bisnis adalah tingginya biaya yang diperlukan untuk membuka restoran atau cabang baru. Melalui GrabKitchen, kami dapat memangkas biaya ini dan berfokus pada sisi operasional serta pelayanan terhadap konsumen," ungkapnya.
Efek Positif Bagi Perekonomian
Kehadiran GrabKitchen di Medan juga diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan perekonomian, baik secara lokal maupun nasional. Apalagi UMKM merupakan salah satu penggerak perekonomian di Indonesia.
Pada tahun 2017, Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mencatat, Indonesia memiliki 62.922.617 unit UMKM, dengan proporsi 62.106.900 unit usaha mikro, 757.090 usaha kecil, dan 58.627 usaha menengah.
Menurut data perhitungan BPS Kota Medan, industri pengolahan merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Kota Medan pada tahun 2018. Industri makanan dan minuman mencakup 61,46 persen dari total nilai industri pengolahan. Hal ini menunjukkan industri makanan dan minuman memiliki pengaruh cukup besar.
Sebelumnya, hasil riset Center for Strategic and International Study (CSIS) dan Tenggara Strategics menyebutkan pada tahun 2018 lalu GrabFood telah berkontribusi Rp 1,03 triliun bagi perekonomian Kota Medan.
Industri kuliner setempat mengalami peningkatan pesat, dengan omset penjualan rata-rata mitra GrabFood di Medan meningkat 19 persen menjadi Rp 1,8 juta/hari dari Rp 1,5 juta/hari sebelum bermitra dengan GrabFood.
"Inisiatif GrabKitchen Medan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan bisnis UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian setempat," Ichmeralda menambahkan.
(RZD/EAL)