Program 'Mendobrak Sunyi' Terus Dikembangkan, Layani Lebih Banyak Disabilitas

Program 'Mendobrak Sunyi' Terus Dikembangkan, Layani Lebih Banyak Disabilitas
Grab umumkan kerja sama dengan PPDI dan JANGKAU (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily (Jakarta) - Untuk merayakan Hari Disabilitas Internasional, Grab Indonesia memperkenalkan inisiatif baru di bawah program 'Mendobrak Sunyi' yang telah diluncurkan pada September lalu.

Sebagai bagian dari komitmen GrabforGood untuk membuat platform Grab lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang, Grab menambahkan teks terjemahan (subtitles) pada materi video pendaftaran dan pelatihan bagi mitra pengemudi tuli.

Selain itu juga melatih tim layanan pelanggan dengan kemampuan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dasar untuk membantu mitra pengemudi tuli selama proses ini.

"Kita juga meningkatkan kapasitas GrabKios untuk bisa merangkul lebih banyak lagi mitra dari komunitas disabilitas agar memiliki peluang penghasilan tambahan," kata Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam keterangan resmi, Rabu (4/12).

Grab juga memperluas layanan GrabGerak, layanan transportasi untuk penumpang dengan kebutuhan mobilitas khusus ke Medan dan Semarang, setelah sebelumnya tersedia di Jakarta dan Yogyakarta sejak 2018.

Untuk melengkapi inisiatif-inisiatif ini, Grab menjalin kerja sama dengan Jangkau, platform online nirlaba yang mengumpulkan dana membantu memenuhi kebutuhan aksesibilitas manula dan anak-anak yang memerlukan dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), organisasi yang memayungi beragam asosiasi sosial disabilitas di Indonesia.

"Kami percaya, setiap orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka," ujarnya.

Diungkapkan Neneng, setelah meluncurkan program Mendobrak Sunyi September lalu, pihaknya juga ingin melayani komunitas disabilitas lain, selain komunitas teman tuli.

"Hal ini telah membuka mata kami pada kenyataan pahit bahwa terdapat banyak tantangan yang nyata bagi para penyandang disabilitas di Indonesia, untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan," ucapnya.

Neneng menyebut, pihaknya berkomitmen menjadi platform yang inklusif. Oleh karena mereka akan terus berdialog dan berkolaborasi dengan Gerkatin, sebagai mitra asosiasi teman tuli nasional selama proses peluncuran, dan sekarang dengan PPDI dan Jangkau.

"Tujuannya untuk memahami dan membangun solusi yang dapat melayani kebutuhan para teman tuli dan komunitas disabilitas lainnya dengan lebih baik," ungkapnya.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril menyampaikan, kurangnya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi merupakan masalah masih dihadapi di Indonesia.

Para penyandang disabilitas masih kesulitan dalam memasuki dunia kerja karena kurangnya materi komunikasi non-verbal untuk penyandang disabilitas sensorik rungu, tidak adanya akses mobilitas yang memadai di banyak fasilitas umum dan transportasi publik, serta terbatasnya kesempatan kerja yang inklusif.

"Kami mengapresiasi Grab yang telah merangkul penyandang disabilitas ke dalam platform mereka dengan berbagai kesempatan bergabung sebagai mitra, dan dengan mendukung upaya kami melalui kampanye donasi di GrabRewards," sebutnya.

Sekretaris Umum, Yayasan BTP, yang menjadi badan pengelola Jangkau, Rudolf P. Nainggolan, mengaku, pihaknya sangat senang dan merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Grab.

Menurutnya, kemitraan ini akan membantu kami dalam menyediakan aksesibilitas yang diperlukan dan kebutuhan mobilitas para komunitas penyandang disabilitas di seluruh Indonesia, terutama bagi mereka yang tidak mampu membelinya.

"Kami berterima karena peduli dengan komunitas penyandang disabilitas dan menemukan cara untuk mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat yang lebih luas," ungkap Rudolf.

Mitra pengemudi GrabGerak Yogyakarta, Suwarto mengatakan, telah menjadi mitra pengemudi GrabGerak selama satu tahun dan sangat terinspirasi setiap kali mendapatkan penumpang penyandang disabilitas.

Sebagai mitra pengemudi GrabGerak, Suwarto telah mengikuti pelatihan tambahan tentang cara membantu penumpang penyandang disabilitas terutama yang menggunakan kursi roda.

"Saya sangat bangga dapat mempelajari keterampilan-keterampilan tambahan tersebut sebagai pengemudi dan sebagai manusia untuk membantu orang lain yang membutuhkan," Suwarto menandaskan.

(RZD/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi