Mie Ayam Sinar Utama Ramaikan Pilihan Kuliner di Medan

Mie Ayam Sinar Utama Ramaikan Pilihan Kuliner di Medan
Januardy Wijaya (Analisadaily/Reza Perdana)

Analisadaily (Medan) – Kota Medan terkenal dengan berbagai macam kuliner dengan cita rasa yang tidak diragukan lagi. Banyak masyarakat dari luar Medan berkunjung hanya untuk menikmati kuliner yang ada di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini.

Mulai dari kuliner tradisional hingga kuliner kekinian, banyak ditemui di Medan. Bagi seorang pengusaha muda bernama Januardy Wijaya, bisnis kuliner merupakan salah pilihan yang dapat dijalankan di Kota Medan.

Januardy memilih berbisnis mie ayam, dan menjadikannya salah satu menu utama di Warung Mie Ayam & Kopi Sinar Utama yang berada di Jalan Sriwijaya, Nomor 4/4A, Kota Medan. Baginya, memulai bisnis harus berani, dan jika ingin menjadi pengusaha makanan harus dimulai dari sesuatu yang simpel.

Menurut pria berusia 27 tahun ini, bagi seorang pengusahan jangan terlalu memikirkan makanan yang spesial atau luar biasa, karena mungkin pasar di Medan membutuhkan waktu untuk terbiasa, dan mie ayam adalah menu yang simpel.

“Mie ayam ini simpel dan sederhana. Masih banyak yang suka, dan saat orang pesan tidak akan berpikir dua kali untuk rasa. Berbeda dengan makanan kekinian, perlu waktu untuk mencari pasarnya,” kata Januardy, Selasa (17/12).

Diungkapkan Januardy, bisnis yang mulai beroperasi ini berawal dari kesukaannya makan mie. Diakuinya, dalam seminggu bisa memakan mie sekitar tiga kali. Dirinya bahkan pernah mencoba untuk membuat mie ayam dan banyak yang suka.

“Dari situ saya berani membuka bisnis,” ujarnya.

Warung mie ayam miliki Januardy memiliki konsep sederhana, berbeda dibandingkan kafe-kafe baru dengan aksesoris mewah dan makanan kekinian. Meski mie ayam merupakan menu Chinese, namun banyak orang yang menjadikannya sebagai menu ‘idola’.

“Saya ingin menyajikan kultur melalui cita rasa dan diharapkan menjadi representasi mie ayam internasional. Alangkah baiknya, jika representatif makanan cepat saji yang enak berasal dari Medan," ungkapnya.

Ke depan Januardy menargetkan penjualan mie ayam bisa mencapai 300 porsi per hari. Untuk mempertahankan cita rasa menu, dirinya mengandeng chef yang benar-benar mengerti akan rasa.

Sedangkan harga, terbilang murah. Seperti cakwe pandan dibanderol Rp 15.000 per porsi, tahu goreng Rp 15.000, mie ayam klasik Rp 23.000, dan mie ayam jumbo Rp28.000. Kemudian nasi ayam klasik Rp 25.000 per porsi.

“Sedangkan untuk minuman dengan jenis kopi dimulai dari Rp 15.000 sampai Rp 25.000,” sebut pria yang bergelut di bidang fotografi dan perfilman selama 15 tahun ini.

Januardy juga mengatakan, sedang melakukan proses untuk order online. Sebab, di era digitalisasi menunutut pebisnis untuk mengikuti perubahan zaman agar usaha lebih dikenal luas oleh banyak orang.

“Untuk sekarang belum bisa pesan online, semua sedang on progres dan semoga selesai,” tandasnya.

Editor:  Reza Perdana

Baca Juga