Edy Rahmayadi: Semua Agama Ajarkan Kedamaian

Edy Rahmayadi: Semua Agama Ajarkan Kedamaian
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Perbedaan atau keberagaman adalah anugerah yang harus dipandang sebagai kekuatan. Bukan sebaliknya, dijadikan alat untuk menimbulkan gesekan dan pertikaian di tengah masyarakat. Apalagi perbedaan agama mudah dibenturkan. Padahal semua agama mengajarkan kebaikan.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi saat menghadiri Perayaan Natal Oikumene Umat Kristiani Sumut 2019 di GBI Tabernacle of David, Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau, Rabu (22/1) malam. Natal yang dihadiri 1.200 umat Kristiani tersebut mengangkat tema ‘Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang’.

"Saat pendidikan di Akmil, kami wajib mempelajari semua agama yang ada di Indonesia. Jadi saya paham itu dasar-dasarnya. Intinya semua agama mengajarkan kedamaian. Jadi jangan kita mudah terprovokasi dengan isu yang memecah-belah," pesan Edy, dalam keterangan resmi diperoleh Analisadaily.com, Kamis (23/1).

Sebaliknya harus fokus pada hal-hal yang mempersatukan dan mempererat rasa kesatuan. Seperti tema Perayaan Natal Oikumene, kata Edy, harus bisa bersahabat dengan semua orang tanpa membanding-bandingkan suku, agama, dan perbedaan lainnya.

"Sebagai sesama masyarakat Sumut mari kita fokus melakukan hal-hal yang bisa membesarkan provinsi kita ini. Tentang perbedaan kita sudah lulus sejak dahulu. Masyarakat multi kultural hidup harmonis dan berdampingan, mari kita lanjutkan," sebutnya.

Ketua Forum Komunikasi dan Konsultasi Gereja-Gereja Sumut (FKKGSU) Bishop Darwis Manurung mengaku terharu dengan kedatangan Edy yang turut meramaikan Perayaan Natal Oikumene Umat Kristiani Sumut Tahun 2019. Kehadiran Gubernur melengkapi suka cita umat Kristiani.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur. FKKGSU akan senantiasa mendukung pemerintah daerah, di gereja-gereja. Ada doa safaat dimana kami rutin mendoakan pemimpin-pemimpin di negeri ini, termasuk Gubernur Sumut," ungkapnya.

Ketua Yayasan Sumut Berdoa, JA Ferdinandus, menyampaikan hal senada dengan Gubernur Edy bahwa perbedaan adalah kekuatan yang harus dipelihara. Caranya, yakni dengan saling menghormati dan menghargai.

"Ibarat taman bunga, semakin beragam warnanya, semakin indah dipandang. Itulah indahnya perbedaan. Mari kita rawat persatuan dan perdamaian seperti firman Tuhan, di mana pun Tuhan menempatkan kita harus membawa kesejahteraan atau kedamaian," ucapnya.

(RZD)

Baca Juga