IDI Medan: Jangan Panik dan Tingkatkan Hidup Sehat

IDI Medan: Jangan Panik dan Tingkatkan Hidup Sehat
Ilustrasi pencegahan Coronavirus (Gerd Aldmann/Pixabay)

Analisadaily.com, Medan - Menyikapi Coronavirus (nCOV) yang berasal dari Kota Wuhan, China, yang telah menyebar ke beberapa negara, termasuk di Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan meminta masyarakat tidak panik, namun tetap waspada.

Ketua IDI Medan, dr Wijaya Juwarna, mengimbau masyarakat harus tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas. Segera mencari pertolongan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

"Apabila terjadi gejala seperti itu, segeralah periksa ke rumah sakit terdekat," kata Wijaya, Senin (27/1).

Ia mengatakan, biasanya gejala yang muncul pada kasus ini seperti pneumonia pada umumnya, di antaranya demam, lemas, batuk kering, dan sesak atau kesulitan bernafas.

Perlu diwaspadai pada orang dengan usia lanjut dan balita. Pada orang usia lanjut atau memiliki penyakit penyerta lain memiliki resiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi.

"Masa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala timbul setelah 2 sampai 14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula. Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan,” sambung dr Wijaya.

“Namun kenyataannya telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia. Bahkan terkait pencegahan belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena kasus pneumonia ini disebabkan Coronavirus jenis baru," ucapnya.

Beberapa imbauan bisa dilakukan masyarakat, yaitu meningkatkan gaya hidup sehat. Seperti mulai menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata setelah memegang instalasi publik.

Untuk mencuci tangan ini menggunakan sabun dan bilas dengan air mengalir sekitar 20 detik, lalu keringkan dengan handuk atau tisu sekali pakai.

"Bila tidak ada fasilitas cuci tangan dapat menggunakan sanitizer alkohol 70 sampai 80 persen," terang dr Wijaya.

dr Wijaya menjelaskan, hindari mengusap mata, hidung dan mulut sebelum mencuci mata. Lalu, menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin dan batuk. Gunakanlah masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala saluran napas.

"Istilah bila sedang sakit. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali perhari dan makan-makanan bergizi," jelasnya.

Tak hanya itu saja, dr Wijaya, mengingatkan masyarakat untuk hindari kontak dengan orang yang sakit infeksi saluran pernafasan. Masyarakat diminta sering mencuci tangan khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya.

Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar. Patuhilah petunjuk makanan dan aturan kebersihan.

"Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk gunakan masker dan cari layanan kesehatan. Terakhir sebaiknya hindari bepergian ke daerah sumber wabah sampai benar-benar aman," pungkasnya.

Wuhan merupakan lokasi pertama ditemukan kasus virus Corona. Hingga kini, virus tersebut telah menyeberang ke Amerika Serikat dan sejumlah negara Asia. Otoritas setempat menyebut, sedikitnya 41 orang di China tewas akibat terjangkit virus ini.

Pemerintah China sendiri telah mengisolasi kota Wuhan, untuk mencegah penyebaran. Banyak warga Indonesia, termasuk warga Sumatera Utara yang terjebak di salah kota terbesar di China itu.

(JW/CSP)

Baca Juga