Banjir Tapteng, Enam Meninggal Dunia, Tiga Orang Hilang

Banjir Tapteng, Enam Meninggal Dunia, Tiga Orang Hilang
Petugas dari BPBD Tapanuli Tengah, TNI bersama warga saat berada di tenda pengungsian, Rabu (29/1) (BNPB)

Analisadaily.com, Tapanuli Tengah - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kecamatan Barus dan Kecamatan Andam Dewi, Selasa (28/1), bertambah menjadi enam orang, dan tiga orang lainnya dinyatakan hilang.

"Informasi terbaru kita, sudah 6 orang meninggal dunia dan 3 hilang. Korban meninggal masih proses identifikasi," kata Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, Agus Haryanto, Rabu (28/1).

Sungai di Kecamatan Andam Dewi terlihat pasca banjir bandang
Hujan deras melanda wilayah Tapanuli Tengah sejak, Selasa (28/1). Akibatnya, beberapa daerah banjir, di antaranya Kecamatan Barus, Kecamatan Andam Dewi.

Atas kejadian ini sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan sebagiannya lagi masih tetap tinggal di rumah.

Pasca banjir, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sudah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari ke depan. "Status tanggap darurat terhitung mulai hari ini hingga 5 Februari mendatang," ujarnya.

Agus menjelaskan, pasca penetapan status ini, Pemkab Tapteng melakukan sinergi dengan TNI/Polri untuk melakukan penanganan dan proses evakuasi korban.

"Tak hanya itu, Bupati juga sudah memerintah seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk pro aktif membantu proses penanganan pasca banjir bandang," jelas Agus.

Saat ini, kata dia, Dinas Sosial Tapteng sudah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum di Kecamatan Barus dan Andam Dewi. "BPBD Provinsi juga akan ikut turun ke sini untuk membawa bantuan," ungkapnya.

Polres Tapteng, TNI dan Pemerintah Kabupaten Tapteng, serta Bantuan SAR dari Kota Sibolga sudah memberikan bantuan pencarian korban dan pembuatan dapur umum untuk membantu korban yang tertimpa musibah banjir.

(JW/CSP)

Baca Juga