BMKG: Cuaca Ekstrem Akibat Gangguan di Samudera Hindia

BMKG: Cuaca Ekstrem Akibat Gangguan di Samudera Hindia
Kondisi cuaca di Kota Medan, Ibu Kota Provinsi Sumut, beberapa waktu lalu (Analisadaily/Reza Perdana)

Analisadaily.com, Medan - Dalam dua hari terakhir, Selasa (28)/1) dan Rabu (29/1), kondisi di wilayah Sumatera Utara (Sumut), termasuk Kota Medan dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Kepala Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan mengatakan, hal tersebut mengakibatkan tingginya curah hujan sehingga terjadi bencana banjir di beberapa daerah di Sumut.

"Seperti banjir yang menerjang 7 desa di Kecamatan Barus yang mengakibatkan beberapa orang meninggal dunia dan beberapa orang menghilang, serta ribuan rumah terendam banjir di sebagian wilayah Medan Utara," katanya, Kamis (30/1).

Menurut Edison, kondisi cuaca ekstrem ini disebabkan adanya gangguan berupa Daerah Tekanan Rendah di Samudera Hindia, perairan barat Sumatera yang membentuk pertemuan angin (konvergensi) dan belokan angin di wilayah pantai timur, lereng, dan pegunungan di Sumut.

"Kondisi demikian sangat memicu pertumbuhan awan-awan dan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau guntur dan angin kencang," ucapnya.

Edison juga menjelaskan, kondisi udara di Kota Medan yang cukup labil dan kelembaban udara yang tinggi di lapisan 850, 700, dan 500 mb, yang di atas 70 persen, sehingga mendukung terbentuknya awan-awan hujan.

Berdasarkan pengamatan citra satelit Himawari menunjukkan adanya pertumbuhan awan-awan konvektif dengan suhu puncak awan <-60OC di sekitar lokasi kejadian pada 28 Desember 2019 pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB dan awan konvektif mulai berkurang pada pukul 01.00 WIB.

"Pertumbuhan awan-awan konvektif tersebut dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," terang Edison.

Untuk prospek ke depan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprakirakan masih terjadi di sebagian wilayah pegunungan, lereng timur, dan pantai barat Sumut.

Berdasarkan hal-hal tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai tetap waspada terjadi banjir kiriman. Masyarakat di wilayah pegunungan untuk tetap waspada terhadap longsor yang bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi.

"Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru BMKG seperti prakiraan cuaca dan informasi peringatan dini cuaca ekstrem. BMKG juga akan menginformasika kepada instansi terkait seperti BPBD dan unit Satker di daerah," imbau Edison.

(JW/RZD)

Baca Juga