Presiden Minta Pemerintah Aceh Prioritaskan Anggaran Untuk Pengentasan Kemiskinan

Presiden Minta Pemerintah Aceh Prioritaskan Anggaran Untuk Pengentasan Kemiskinan
Presiden Jokowi saat menghadiri Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2) (Analisadaily/Muhammad Saman)

Analisadaily.com, Bireuen - Aceh merupakan salah satu provinsi penerima anggaran terbesar di Indonesia.

Selain APBD yang ada di provinsi dan kabupaten/kota, Aceh juga memperoleh dana otonomi khusus (otsus) yang untuk tahun 2020 ini ditetapkan sebesar kurang lebih Rp 8,3 triliun. Hampir setiap tahun angkanya mengalami peningkatan.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo meminta agar pengelolaan anggaran yang ada dapat dilakukan dengan baik. Selain itu, penggunaan anggaran tersebut juga harus tepat sasaran.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa apapun yang namanya pengelolaan anggaran itu sangat penting. Bagaimana tata kelolanya. Apakah APBD itu tepat sasaran, bermanfaat untuk rakyat, dan dirasakan oleh rakyat," ujar Presiden Jokowi saat menghadiri Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2).

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar, Pembina Yayasan Sukma Bangsa Surya Paloh, Plt. Bupati Bireuen Muzakkar A. Gani, serta sejumlah ulama, anggota DPR dan DPD RI asal Aceh.

Secara khusus, Presiden Jokowi menyampaikan keinginannya agar setiap anggaran yang dimiliki Provinsi Aceh dapat diprioritaskan untuk berbagai program pengentasan kemiskinan di daerah tersebut. Sebab, meski mendapat kucuran anggaran yang besar, angka kemiskinan di Aceh masih cukup tinggi.

"Saya titip kepada seluruh bupati, walikota dan gubernur agar menggunakan secara fokus, berikan prioritas hal-hal yang sangat penting. Saya juga harus sampaikan apa adanya, angka kemiskinan 15% itu besar," ujar Jokowi.

"Berikan perhatian kepada angka kemiskinan yang 15% itu lewat program-program yang didesain agar pengentasan kemiskinan bisa diselesaikan," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi inisiatif digelarnya acara Kenduri Kebangsaan tersebut.

Acara yang hendak membangun semangat keacehan, keislaman, dan keindonesiaan dalam satu bagian tak terpisahkan tersebut digelar oleh Yayasan Sukma Bangsa dan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh.

(MHD/EAL)

Baca Juga