Presiden Jokowi: Aceh Daerah Berbudaya Dinamis dan Penuh Toleransi

Presiden Jokowi: Aceh Daerah Berbudaya Dinamis dan Penuh Toleransi
Presiden Jokowi saat menghadiri Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2) (Analisadaily/Muhammad Saman)

Analisadaily.com, Bireuen - Presiden Joko Widodo menghadiri Kenduri Kebangsaan yang digagas Yayasan Sukma Bangsa bersama Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2).

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Kemudian Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar, Pembina Yayasan Sukma Bangsa Surya Paloh, Plt. Bupati Bireuen Muzakkar A. Gani, serta sejumlah ulama, anggota DPR dan DPD RI asal Aceh.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan pandangannya mengenai Aceh sebagai daerah berbudaya dinamis, penuh toleransi, menjunjung nilai-nilai keislaman dan memiliki sejarah kemaritiman yang kuat.

"Kalau kita ingat saat Asian Games tahun 2018 lalu, tarian yang membuat seluruh negara berdecak kagum dan memberikan apresiasi adalah tarian dari Aceh, yaitu Tari Ratoh Jaroe. Tari yang sangat dinamis dan itu menggambarkan budaya Aceh yang dinamis, toleran, keislaman, dan kemaritiman. Itu adalah kebudayaan Aceh yang semua orang sudah tahu," sanjung Presiden Jokowi.

Menurutnya Aceh juga memiliki potensi besar dan merupakan daerah modal selain karena alasan historis perjuangan kemerdekaan Indonesia, juga karena kaya akan sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

Maka dari itu Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama membangun Aceh juga bangsa Indonesia.

"Marilah sekarang konsentrasi kita ke arah pembangunan. Aceh memiliki kekuatan dan potensi karena ini merupakan daerah modal. Modal sumber daya alam dan modal sumber daya manusia yang saya tahu karena saya tahun 1986 hingga 1988 itu berada di Lhokseumawe dan di Bener Meriah," tutur Jokowi.

Selain itu, untuk membangun dan mendorong perekonomian Bumi Serambi Mekah, Jokowi juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat Aceh agar bekerja dan duduk bersama dalam menyelesaikan tantangan pembangunan.

"Mari kita sama-sama bersatu. Masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat menyelesaikan persoalan-persoalan dan tantangan-tantangan yang ada di Bumi Aceh ini. Kalau ada persoalan besar yang bisa kita selesaikan bersama, mari duduk bersama," imbaunya.

(MHD/EAL)

Baca Juga