Penerapan Program Pintar, Budaya Baca di SDN 122375 Siantar Meningkat

Penerapan Program Pintar, Budaya Baca di SDN 122375 Siantar Meningkat
Kepala SDN 122375, Murniati Nasution (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Pematangsiantar - Budaya baca di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 122375 Kota Pematangsiantar, Jalan Siak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, meningkat. Hal ini dikarenakan penerapan Program Pintar yang dilakukan pihak sekolah sejak tahun 2019.

Kepala SDN 122375, Murniati Nasution mengatakan, program itu mereka peroleh sejak bergabung menjadi mitra Tanoto Foundation. Pada awal-awal mereka bergabung di tahun 2018, banyak pelatihan bermanfaat yang mereka terima.

"Salah satu dari program, kami berhasil meningkatkan minat baca para siswa kami di sekolah ini," kata Murniati, Rabu (26/2).

Dijelaskannya, sebelum adanya program Tanoto Foundation, budaya baca di sekolah mereka sangat minim. Bahkan mereka hanya menjalankan waktu 15 menit literasi sebelum belajar. Tetapi setelah adanya Program Pintar diterapkan, sekolah mereka saat ini memiliki Pojok Baca.

"Pojok baca merupakan hasil karya siswa. Saat ini kami juga memanfaatkan perpustakaan sekolah, dulunya tidak. Sekarang kami punya jadwal untuk setiap kelas. Semua yang mengkoordinir guru-guru," jelasnya.

Ketersediaan buku yang dulunya di SDN 122375 Pematangsiantar sangat sedikit, sekarang banyak yang memberikan bantuan buku. Saat ini ada lebih dari 4.000 judul buku yang dimanfaatkan para siswa untuk dibaca.

Penerapan Program Pintar di SDN 122375 Siantar
"Sekarang anak-anak di sekolah kami sangat gemar membaca, tidak lagi disuruh, tetapi mereka yang meminta buku untuk dibaca," ujarnya.

Murniati menyebut, untuk memberikan apresiasi kepada para siswa, di akhir semester bagi siswa yang terbanyak membaca buku dan menceritakan apa yang dibacanya, akan dijadikan sebagai duta baca.

"Kami ada namanya Kamis Bercerita. Di sini kami membebaskan anak bercerita apa saja. Buku yang ada di Pojok Baca dibaca dan dipelajari, kemudian diceritakan," sebutnya.

Tidak hanya itu, mereka juga melibatkan orang tua siswa. Ada satu pihak sekolah mengundang orang tua siswa untuk berdiskusi dengan anaknya tentang buku yang mereka baca.

"Tugas untuk mendorong menumbuh kembangkan minat baca anak bukan hanya tugas guru, tetapi juga tugas orang tua. Dengan begitu, orang tua sekarang sangat mendukung," ujarnya.

Diungkapkan Murniati, untuk jumlah siswa SDN 122375 Pematangsiantar sekarang semakin diminati. Jika dahulu sebelum menjadi mitra Tanoto Foundation, mereka door to door mencari siswa.

"Itu tidak kami pungkiri, sekarang sebelum ada jadwal penerimaan siswa baru, orang tua sudah mendaftarkan anaknya sekolah di sini," ungkapnya.

Dukungan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Rosmayana Marpaung mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya program-program Tanoto Foundation, yaitu dengan cara melakukan diseminasi maupun pendampingan kepada sekolah-sekolah, baik itu sekolah mitra maupun non mitra.

"Jadi, kami dukung kepala sekolah semua untuk melaksanakan praktik baik bagi sekolah mitra maupun tidak," tuturnya.

Dalam waktu dekat Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar akan melaksanakan diseminasi untuk sekolah-sekolah yang belum menjadi mitra. Tujuannya agar program Tanoto Foundation bisa ditularkan ke seluruh sekolah yang ada di Kota Pematangsiantar.

Kepala SDN 122375, Murniati Nasution (tengah) bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Rosmayana Marpaung (kanan) dan Koordinator Provinsi, Tanoto Foundation, Yusri Nasution (kiri)
"Selain itu kami juga memberikan literasi, juga bantuan-bantuan lain, seperti buku Program Pintar untuk memacu. Karena literasi adalah salah satu upaya kita untuk meningkatkan minat baca siswa," terangnya.

Diakui Rosmayana, ada banyak perubahan sejak sekolah mitra menerapkan Program Pintar. Sebelumnya jauh berbeda, karena tahun 2018 proses belajar mengajar dilakukan secara konvensional.

"Saat ini banyak praktik-praktik baik yang sudah kami terapkan di sekolah-sekolah. Sehingga program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pak Nadiem Makarim, akan terlaksana maksimal," tegasnya

Koordinator Provinsi, Tanoto Foundation, Yusri Nasution menerangkan, SD dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) sesuai dengan desain program hanya 16 mitra, dibagi 75 persen SD dan 25 persen MI. Sekolah yang menjadi mitra usulan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan.

"Kemudian dilakukan tinjauan bersama. Memastikan sekolah mewakili pedesaan dan perkotaan. Lalu komitmen sekolahnya dalam menerima program kita dan mengaplikasikannya," Yusri menandaskan.

(RZD/EAL)

Baca Juga