Ada 13 ODP Covid-19 di Langkat

Ada 13 ODP Covid-19 di Langkat
Juru bicara Satgas Antisipasi Covid-19 Langkat, dr. Arifin Sinaga (Analisadaily/Hery Putra Ginting)

Analisadaily.com, Stabat - Berdasarkan data yang diperoleh hingga saat ini, sebanyak 13 warga Kabupaten Langkat masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19).

"Hingga hari ini sudah 13 warga Langkat dalam kategori ODP, mereka semuanya baru saja kembali dari luar negeri dan dalam negeri," kata juru bicara Satuan Tugas Antisipasi Covid-19 Langkat, dr. Arifin Sinaga, kepada Analisadaily.com di Stabat, Kamis (26/3) malam.

Dikatakannya, posko penanggulangan Covid-19 di Langkat masih terus melakukan pemantauan. Warga yang berstatus ODP tersebut, delapan baru kembali dari luar negeri dan lima baru pulang dari luar kota.

"Empat orang baru saja kembali dari Yerussalem, kemudian empat dari Malaysia, empat dari Batam dan satu lagi baru kembali dari Papua," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, empat warga yang masuk dalam kategori ODP tersebut sudah melewati masa pemantauan selama 14 hari, namun masih dalam pengawasan petugas kesehatan.

Guna mengantisipasi, jika ada warga yang terjangkit virus corona, Arifin yang juga menjabat Kabid Yankes Dinkes Langkat menjelaskan, Pemkab Langkat sudah mempersiapkan lima rumah sakit isolasi PDP, yakni Rumah Sakit Putri Bidadari dan Rumah Sakit Umum Tanjung Pura untuk Langkat Hilir.

Kemudian untuk Langkat Hulu di Rumah Sakit Delia, sedangkan Teluk Aru di Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan dan Rumah Sakit Tanjung Selamat.

Sedang jumlah tenaga kesehatan di kelima rumah sakit tersebut sebanyak 713 orang, terdiri dari 117 tenaga spesialis umum, 6 spesialis paru, 14 penyakit dalam, 54 dokter umum, 462 bidan dan 376 perawat.

Kelima rumah sakit tersebut memiliki kapasitas ruang isolasi 14 tempat tidur dan ruang perawatan 33 tempat tidur. Sedang untuk 1.611 tenaga kesehatan lainnya, sambung Arifin, berada di 32 UPT Puskesmas yang menyebar di 23 kecamatan se-Langkat.

Mereka terdiri dari 135 dokter, 427 perawat, 840 bidan, 97 tenaga promkes, 35 tenaga sanitarian, 58 tenaga farmasi dan 19 ahli teknologi lab medik

"Jumlah total keseluruhan tenaga medis untuk Kabupaten Langkat berjumlah 2.640 orang," ungkapnya.

Selanjutnya, sambung Arifin, 32 UPT Puskesmas tersebut berada di Bahorok, Bukit Lawang, Tanjung Langkat, Marike, Serapit, Kuala, Namutrasi, Namu Ukur, Selesai, Sambirejo, Stabat, Karang Rejo, Tanjung Beringin, Stabat Lama, Tanjung Selamat, Sei Bamban, Sawit Seberang, Secanggang, Hinai Kiri, Teluk, Pantai Cermin, Gebang, Securai, Pangkalan Brandan, Tangkahan Durian, Pangkalan Susu, Beras Basah, Desa Lama, Besitang, Pematang Jaya, Stungkit dan Pematang Cengal.

Bahkan saat ini Satgas Gugus juga sedang mempersiapkan tambahan 40 tempat tidur untuk karantina kasus corona, yakni di Mess USU Pamah Tambunan, Gudung PKK dan Akper Pemkab Langkat.

Arifin juga mengimbau kepada warga yang baru datang dari luar negeri maupun luar kota agar memeriksa kondisi kesehatannya di rumah sakit milik pemerintah maupun puskesmas terdekat.

(HPG/EAL)

Baca Juga