Perajin Tenun di Tapanuli Utara Mulai Resah

Perajin Tenun di Tapanuli Utara Mulai Resah
Perajin tenun di Tapanuli Utara (Anaisadaily/Emvawari Candra Sirait)

Analisadaily.com, Tarutung - Sejumlah perajin di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mulai resah akibat harga jual kain tenun di Pasar Tradisional Tarutung mendadak anjlok, bahkan nyaris tidak laku.

Menurut seorang perajin tenun, Oma Anja Boru Sinaga, anjloknya harga kain tenun ini terjadi di tengah pandemi virus corona COVID-19. Sebelum pandemi COVID-19, biasanya mereka masih bisa menjual kain tenun motif biasa satu pasang Rp 1.200.000.

"Sekarang, seperti kemarin kami menjual di Pasar Tarutung harga anjlok menjadi Rp 900.000," katanya, Kamis, (2/4).

Selain karena harga jual yang mendadak anjlok, hal yang mereka khawatirkan belakangan sejumlah tauke atau penampung yang biasa menampung kain tenun mulai minim dan jarang.

"Kami mulai resah, khawatir kain tenun tidak akan laku lagi di pasar, seperti kemarin ada kain tenun kita tidak laku, karena penampung dari yang biasanya selalu ramai, sekarang sudah mulai jarang kelihatan," ucapnya.

Senada disampaikan perajin tenun lainnya, Herlin Boru Hutabarat. Ia menceritakan biasanya pada hari-hari biasa mereka bisa menjual kain tenun sejenis mandar sadum seharga Rp 2 juta.

"Tapi sekarang harganya hanya laku Rp 800.000, itupun kalau ada penampung," ujarnya.

Mereka berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) bisa membantu para perajin tenun dengan cara menaikkan dan menstabilkan harga di pasaran.

(CAN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi