Promosikan Pariwisata Indonesia

Film "Une Barque Sur L'Ocean" Diluncurkan di Perancis

Film
Film Une Barque Sur L'Ocean (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Paris - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Perancis meluncurkan Film Une Barque Sur L'Ocean sebagai upaya mempromosi destinasi wisata dan kebudayaan Indonesia di Eropa.

Peluncuran film itu sekaligus sebagai wujud realisasi kerja sama Indonesia dan Perancis dalam dunia perfilman. Pemutaran film perdana ini dilaksanakan di Cinema Le Balzac, Paris, Sabtu (25/7).

Duta Besar Indonesia di Perancis, Arrmanatha C. Nasir menyampaikan, kerja sama antara Indonesia dan Perancis di dunia perfilman telah berlangsung cukup lama dan berjalan dengan sangat baik tiap tahunnya.

"Film merupakan salah satu sarana untuk mempromosikan destinasi wisata serta potensi alam dan budaya Indonesia. Destinasi wisata dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia sangat menarik untuk dijadikan latar pembuatan film," ujar Arrmanatha, Minggu (26/7).

Arrmanatha juga mengapresiasi kinerja sutradara dan para kru film.

"Saya berharap ini menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan produksi film dengan berlatar belakang destinasi wisata Indonesia, khususnya kekayaan alam dan kebudayaannya," sebutnya.

Acara tersebut merupakan kerja sama antara KBRI dengan Kantor Visit Indonesia Tourisme Officer (VITO) Perancis untuk mendukung peluncuran dan pemutaran film dengan latar dan budaya Bali karya Arnold de Parscau, Une Barque Sur L'Océan.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Paris, Prof. Warsito, mengatakan kegiatan ini selaras dengan peningkatan kerja sama bidang pendidikan yang selama ini telah terjalin dengan beberapa lembaga pendidikan vokasi dan perguruan tinggi Perancis di bidang pariwisata.

Sementara Visit Indonesia Tourisme Officer (VITO) Prancis, Eka Moncarre menambahkan kerjas sama pendidikan bidang pariwisata juga menjadi salah satu prioritas dalam program peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Perancis.

"Kegiatan ini juga menjadi media promosi budaya dan destinasi wisata di Indonesia, karena turis Eropa ke Indonesia yang terbanyak kedua berasal dari Perancis," ujar Eka.

Film ini merupakan perpaduan antara dua budaya yang sangat berbeda, tersurat melalui kisah cinta antara Eka seorang pemuda Bali berusia 25 tahun yang tinggal di sebuah desa kecil di Bali Utara dan Margaux, seorang mahasiswi Perancis jurusan musik piano.

Kisah cintanya membawa Eka terpikat dengan dunia seni musik yang ingin ia taklukkan dan membuatnya berharap akan kehidupan baru yang jauh dari kemiskinan dan lingkungannya yang keras. Jatuh bangun Eka menuju kesuksesan adalah sebuah perjalanan yang membingungkan sekaligus tragis.

Pemutaran film ini dihadiri sekitar 250 orang yang terdiri dari para aktor, sutradara, tamu undangan KBRI Paris dan para penonton. Walaupun kapasitas gedung mencapai 400 orang, namun jumlah penonton dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku dalam masa adaptasi kebiasaan baru.

(TRY/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi