Dinas Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi padi dengan berbagai inovasi teknologi (Analisadaily/Alpian)
Analisadaily.com, Batubara - Seiring berkurangnya luas lahan sawah di Kabupaten Batubara, Dinas Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi padi dengan berbagai inovasi teknologi, terutama penggunaan pupuk organik padat maupun cair.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batubara, Ridwan, mengucapkan selamat kepada penyuluh pertanian, Maimunah, yang telah berhasil membimbing kelompok tani di wilayah binaannya.
“Teknologi ini akan kita terapkan kepada seluruh petani. Kami optimis pada musim tanam kedua hasil panen 8,5 sampai 10,5 ton per hektare, dan musim tanam ketiga bisa mencapai 10,5 sampai 12,5 ton per hektare. Keberhasilan demplot padi ini tidak terlepas juga dari bimbingan dan arahan TBUPP Kabupaten Batubara,” kata Ridwan, Selasa (28/7).
Agus, selaku petani tempat lokasi demplot sangat berterima kasih kepada Bupati Batubara melalui Dinas Pertanian yang sangat perhatian dalam mengembangkan pertanian, khususnya petani padi.
“Dalam lima tahun terakhir panen kali ini yang sangat memuaskan, yaitu 8.5 ton per hektare, yang sebelumnya hanya 5.4 ton per hektare. Selain itu biaya produksi juga menurun, sebelumnya kami mengeluarkan dana untuk bertani padi Rp 9 juta per hektare, tetapi setelah menggunakan teknologi organik kami hanya mengeluarkan biaya produksi Rp 6 juta per hektare,” sebutnya.
Panen padi yang dilakukan petani di Desa Pematang Jering Kabupaten Batubara turut dihadiri Kepala UPT Wilayah I Mulizar, SP, Kepala BPP Sei Suka Mahmuddin, SP, Kepala Desa Pematang Jering Ponidi, penyuluh pertanian Maimunah, Ketua Gapoktan Sepakat Arianto Harianza, Ketua kelompok tani Sidomulyo beserta seluruh anggota kelompok tani.
(AP/RZD)