Bobby Nasution Komitmen Menjaga Kualitas Demokrasi

Bobby Nasution Komitmen Menjaga Kualitas Demokrasi
Bakal calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution, saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/7). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww)

Analisadaily.com, Medan - Bakal calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution, dinilai sedang menciptakan iklim demokrasi sehat dalam gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan, 9 Desember 2020.

Penilaian itu disampaikan sejumlah pengamat politik, menyikapi pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu, saat prosesi penyerahan rekomendasi Partai Gerindra kepada pasangan Bobby Nasution - Aulia Rachman.

Menurut dia, sejak awal mengikuti kontestasi Bobby sudah menegaskan "kotak kosong" tidak bagus untuk proses berdemokrasi.

Akademisi dari Universitas Medan Area, Ara Auza, berpendapat, pesan pro-demokrasi dari Bobby, yakni siap menghadapi kandidat lain, patut diapresiasi. Baginya, hal itu dapat juga disebut sebagai komitmen Bobby terhadap kualitas demokrasi, yang harus diikuti dengan perilaku tim kampanye.

"Apa yang disampaikan Irawan Pasaribu itu adalah dialog antara dirinya dengan Bobby. Dalam proses komunikasi, ada teori dramaturgi, panggung depan dan panggung belakang. Dalam hal ini, tidak ditampilkan sosok Bobby secara langsung, melainkan melalui kutipan pernyataan dari orang. Ini sesuatu yang sah," kata Ara, Jumat (28/8).

Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi UMA ini beraharap, iklim demokrasi sehat juga bisa dihadirkan kandidat lain. Dengan begitu, kata Ara Auza, tidak perlu terjadi penurunan kualitas demokrasi di Kota Medan.

"Menjaga kebebasan pers, tidak adanya kriminalisasi terhadap individu di media sosial, politik uang, dan pengerahan ASN untuk mendukung pasangan tertentu. Mengenai demokrasi, hal yang ditawarkan Bobby kepada masyarakat Kota Medan, untuk berkomitmen menjaga kualitas demokrasi," ujarnya.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Faisal Riza, pun memuji kedewasaan Bobby dalam berpolitik. Ungkapan terkait sehatnya demokrasi kepada Gus Irawan, menurut Faisal, menjadi bukti kedewasaan Bobby dalam berpolitik.

"Saya melihat begini, melawan kotak kosong itu absah secara demokrasi. Namun, legitimasi dukungan rakyat itu penting. Jadi, kalau memungkinkan, kotak kosong tidak terjadi," kata Faisal.

"Kalau ada beberapa pilihan, maka rakyat lebih tertarik, pilkada lebih menantang. Ini menjadikan sosok Bobby, walau masih muda, tapi sudah dewasa dalam berpolitik," lanjut dia.

Dadang Darmawan, Pengamat Politik dari USU, juga memuji Bobby sebagai calon yang tidak mau memanfaatkan keadaan.

"Setidaknya jawaban itu jadi pertanda, Bobby bukan calon yang asal memanfaatkan situasi, sebagaimana sangkaan banyak orang selama ini. Sekaligus juga pertanda, bahwa Bobby adalah sosok calon yang Demokratis, menghargai perbedaan dan menghindari pemaksaan," kata Dadang.

(JW/CSP)

Baca Juga

Rekomendasi