Pastikan KIP-Kuliah Tepat Sasaran, Pembantu Asisten Stafsus Presiden Kunjungi Sumut

Pastikan KIP-Kuliah Tepat Sasaran, Pembantu Asisten Stafsus Presiden Kunjungi Sumut
P-Stafsus Presiden kunjungi kampus di Sumut (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - TemanKIP adalah sebuah program kolaborasi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Aminuddin Ma'ruf, Kemendikbud RI, dan Kemenag RI yang bertujuan untuk membantu dan mendampingi proses penerimaan manfaat dari Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah).

Pemerintah telah menganggarkan tahun 2020 KIP-Kuliah berjumlah 818,000 penerima baik yang baru dan on going. Skema prioritas yang berhak mendapatkan KIP-Kuliah adalah pemegang KIP-Pelajar atau orang tua pemegang PKH/KKS dan kartu pra sejahtera lain, atau anggota keluarga pertama yang menempuh pendidikan kuliah ( first generation) atau pendapatan orang tua di bawah Rp 4 Juta jika dibagi jumlah keluarga Rp 750.000/orang.

Upaya memastikan KIP-Kuliah tepat sasaran, Koordinator Wilayah TemanKIP zona Sumatera sekaligus P-Asisten Staf Khusus Presiden RI, Ahmad Riduan Hasibuan melakukan kunjungan ke Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Medan (Unimed) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang sebelumnya hal yang sama juga dilakukan di Sumatera Barat, yaitu di Kampus UNP, UIN Imam Bonjol dan Universitas Andalas.

Dalam kunjungannya ke Kota Medan, tim temanKIP mengawali untuk pertemuan dengan Rektor USU yang saat itu langsung disambut oleh Rektor Prof Runtung Sitepu dan sejumlah pejabat kampus.

Pada pertemuan tersebut Ahmad Riduan menyampaikan, kehadirannya merupakan tindak lanjut dari program kolaborasi #temanKIP antara Stafsus Presiden Aminuddin Ma'ruf, Kemendikbud dan Kemenag sebagai upaya memastikan pesan presiden agar tidak ada anak yang tidak berkuliah.

"Apalagi gara-gara kurangnya biaya pendidikan," kata Ahmad Riduan, dalam keterangan tertulis diperoleh AAnalisadaily.com, Sabtu (29/8).

Prof Runtung Sitepu menyebutkan, USU menjadi salah satu kampus yang menerima jumlah kuota KIP dan UKT, yakni sebanyak 1.608 pada tahap 1, pada tahap 2 sebanyak 240 jika ditotal menjadi 1.848 calon penerima KIP Kuliah.

"Ini sangat membantu para mahasiswa yang terdampak masalah ekonomi karena Covid-19, kami akan memastikan pelaksanaan beasiswa KIP Kuliah terlaksana dengan baik. Bahkan, pihak rektorat siap berkolaborasi dengan teman KIP bersama-sama menyukseskan proses penerimaan dan pendampingan beasiswa KIP Kuliah di USU," jelasnya.

Rektor mengaku sangat berterima kasih atas kesigapan #temanKIP dalam memantau penyaluran besasiswa KIP Kuliah dan UKT.

"Saya salut dan berterima kasih atas kunjungan koorwil temanKIP ke kampus kami," ujarnya.

Setelah bertemu rektor USU #temanKIP melakukan kunjungan ke Kampus UINSU yang di terima langsung Wakil Rektor 1, Prof Syafaruddin. Wakil Rektor UINSU menyambut baik kedatangan tim Staf Khusus Presiden RI dan siap sedia menyukseskan program KIP karena menjadi tanggung jawab bersama sebagai perguruan tinggi penyelenggara.

"Kami melaporkan, kuota KIP-Kuliah yang diberikan kementerian agama kepada kami sebayak 410 orang, dan kami sampaikan UINSU akan melakukan verifikasi yang baik agar penrima KIP-Kuliah ini yang paling berhak," sebutnya.

Prof Syafar menyampaikan, kuota 410 amatlah kurang bagi UINSU jika dilihat dari jumlah data sebelumnya mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan punya potensi akademik yang baik, dan berharap agar jumlah tersebut dapat di perbanyak di tahun mendatang.

Ahmad Riduan Hasibuan melanjutkan kunjungan ke Unimed, dan disambut Rektor Syamsul Gultom. Unimed salah satu kampus dengan akreditasi A dan merupakan kampus yang pertama di Sumut.

Unimed di tahun 2020 menerima kuota KIP-Kuliah baru sebanyak 1.040 pada tahap pertama dan 155 pada tahap kedua. Total calon penerima KIP-Kuliah baru 1.196 orang yang akan di bagi dalam tiga jalur yakni SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri.

Syamsul Gultom menjelaskan selain KIP-Kuliah baru, Unimed juga mendapatkan bantuan keringanan UKT/SPP yang dianggarkan pemerintah sebanyak 2500 orang bagi mahasiswa kurang mampu maupun yang terdampak Covid-19.

"Kami siap menjadi garda terdepan berkolaborasi bersama #temanKIP dan Staf Khsusus Presiden mengawal agar KIP-Kuliah dan bantuan keringanan UKT tepat sasaran," ucapnya.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi