Wakil Ketua Bidang Pengendalian Opini dan Media DPD I Partai Golkar Sumut, Apri Budi. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Cenderung mengeluarkan statemen, mendahului petinggi DPP Partai Golkar, sejumlah kader DPD I Partai Golkar Sumut menyarankan Irham Buana segera diganti atau PAW (Pergantian Antar Waktu) di DPRD Sumatera Utara.
“Irham Buana kerap mengeluarkan pernyataan yang tak bisa dia pertanggungjawabkan dan mendahului petunjuk partai. Kecepatannya membangun opini liar tidak ketulungan, dua kali melebihi kecepatan bayangan,” kata Wakil Ketua Bidang Pengendalian Opini dan Media DPD I Partai Golkar Sumut, Apri Budi, Minggu (1/11).
Menurut Apri, hingga saat ini belum ada perintah atau arahan secara tertulis dari Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk pelaksanaan Musda DPD I Partai Golkar Sumut.
“Harusnya saat ini para kader konsentrasi menghadapi Pilkada serentak, menggerakkan mesin partai memenangkan Paslon Boby Afif Nasution di Pilkada Medan dan Paslon Pilkada usungan Partai Golkar di Sumut,” ucapnya.
Apri Budi menyarankan, para kader Partai Golkar, harusnya konsentrasi menggerakkan mesin partai dalam mengusung Paslon dukungan, ketimbang menabur isu-isu Musda yang terkesan hanya untuk kepentingan pribadi.
Apri Budi menjelaskan bahwa, pascaterbitnya Instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar bertanggal 1 Juli 2020, segelintir orang di internal partai itu tampak uring-uringan.
Berjibaku melakukan konsolidasi liar, membangun opini murahan yang terkesan hanya untuk mengelus satu tokoh ambisius menggulung dukungan menjadi pimpinan partai tertua Indonesia di Sumut itu.
“Perlu diingat, sistem dan landasan demokrasi di Partai Golkar telah terbangun dan tertata rapi sehingga sangat kebal, tak bakal gampang diciderai, apalagi hanya untuk kepentingan sesaat,” tegasnya.
Menurutnya, pasca kaburnya pelaksanaan instruksi DPP nomor SI-2/GOLKAR/VII/2020 diteken Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal, Lodewijk F Paulus, bukan berarti kesolidan 27 DPD II Partai Golkar di Sumut.
Saat ini di bawah kendali Pelaksana tugas (Plt), Dr H Ahmad Doli Kurnia Tandjung SSi MT, gampang terobok-obok oleh ambisius segelintir orang dalam mengeluk-eluk calon pimpinan Partai Golkar di Sumut.
"Hal ini penting saya sampaikan agar kesolidan DPD II Partai Golkar tidak terbawa rendong dengan trik orang tetentu sehingga dapat merugikan kader di daerah," tandas Apri Budi.
(JW/CSP)