Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Tebingtinggi 9.98 Persen

Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Tebingtinggi 9.98 Persen
Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyerahkan LKPJ Tahun 2020 kepada Wakil Ketua DPRD, Muhammad Azwar. (Analisadaily/Efendi Lubis)

Analisadaily.com, Tebingtinggi - Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kota Tebingtinggi Tahun Anggaran 2020 di Ruang Sidang DPRD, Jalan Sutomo Tebingtinggi, Selasa (4/5).

Umar menyampaikan, di tengah penanganan Pandemi Covid-19 yang berdampak pada seluruh sektor, Pembangunan Kota Tebingtinggi dititik beratkan mendukung terwujudnya Kota Tebingtinggi sebagai kota jasa dan perdagangan, dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai titik sentral segi tiga emas.

"Meningkatkan daya saing dan kinerja ekonomi daerah, memantapkan keterkaitan perdagangan dan jasa secara regional, nasional dan global," kata Umar.

Mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif dengan melibatkan UMKM, mengembangkan budaya, dan meningkatkan kegiatan seni budaya, juga pusat wisata dan kuliner serta membangun kerja sama kemitraan regional dan global.

Pembangunan tersebut tetap bermuara pada pencapaian Indikator Makro pembangunan selama Tahun 2020 yang di antaranya Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tahun 2020 Sebesar 0.7 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita atas dasar harga berlaku Tahun 2020 sebesar Rp 36. 418. 802,54.

Tingkat pengangguran terbuka Tahun 2020 sebesar 9,98 persen. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,27 persen. Inflasi Kota Tebingtinggi Tahun 2020 sebesar 2,78 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tebingtinggi Tahun 2020 sebesar 75,17. Angka kemiskinan Tahun 2020 sebesar 9,85 persen.

"Pendapatan Daerah Kota Tebingtinggi Tahun 2020 yang ditetapkan pada Perda No : 3 Tahun 2020, terealisasi sebesar Rp. 659.631.563.577,13. atau sebesar 95 persen dari target sebesar Rp 694.382.682.347,00," ujarnya.

Pendapatan Asli Daerah Terealisasi Sebesar Rp 90 milyar lebih atau sebesar 82,11 persen dari target ditetapkan sebesar Rp 110 milyar lebih. Pendapatan Asli Daerah ini memberikan kontribusi hanya sebesar 17,89 persen terhadap pendapatan yang diterima oleh Pemerintah Kota Tebingtinggi.

Belanja dareah dialokasikan sebesar Rp 735 milyar lebih. Terealisasi sebesar Rp.654 milyar lebih atau sebesar 89 persen. Untuk komponen belanja tidak langsung sebesar Rp 283 milyar lebih atau 91,52 persen dari target sebdsar Rp 309 milyar.

Ia mengakui pencapaian tersebut belum merupakan sebuah prestasi yang memuaskan terlebih untuk angka pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan pengangguran, namun berupaya akan lebih dimaksimalkan guna mengejar ketertinggalan.

Dia mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama membangun, mengkritisi dan mengatasi permasalahan pembangunan yang ada untuk mencapai hasil pembangunan yang lebih baik lagi.

Kata dia, Pemerintah Kota Tebingtinggi Tahun 2020 juga telah memperoleh beberapa prestasi yang membanggakan diantaranya penghargaan Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik, Tahun 2020 melalui DPM-PTSP dan Disdukcapil Kemenpan-RB.

Kemudian, Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020, dengan predikat B, Penghargaan Kota Peduli Hak Azasi Manusia, Penghargaan Capaian Opini WTP Laporan Keuangan, Penghargaan Kota Terbai I pelaksanaan Registrasi Penduduk, dan lainnya.

(FEL/CSP)

Baca Juga

Rekomendasi