Menyusuri Keindahan Sungai Lau Mentar, Objek Wisata Baru di Deliserdang

Menyusuri Keindahan Sungai Lau Mentar, Objek Wisata Baru di Deliserdang
Sungai Lau Mentar (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Deliserdang - Mengisi waktu libur akhir pekan dengan mengunjungi objek wisata alam yang asri merupakan hal menyenangkan, terutama bagi sebagian besar masyarakat yang kesehariannya disibukkan rutinitas bekerja di tengah kota.

Kemudian, udara sejuk dan keindahan alam serta ekosistem yang ada di dalamnya, adalah atraksi menarik yang dapat dinikmati wisatawan saat berkunjung ke daerah wisata berbasis lingkungan alam.

Seperti suasana alam di Desa Liang Pematang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Di sini, selain pemandangan alam yang memesona, terdapat juga sebuah aliran sungai yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung menikmati liburan.

Sungai bernama Lau Mentar, airnya sangat jernih, mengalir di antara dinding-dinding batu besar serta permukaannya yang tampak berwarna biru kehijauan, berpadu dengan rimbun pepohonan di sepanjang aliran sungai.

Pada tebing batu di sisi sungai juga terdapat air terjun serta sebuah gua alami pada sisi lainnya. Di sini pengunjung dapat menikmati keseruan bermain air sambil menyusuri sungai.

Pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak untuk mencapai lokasi, lebih kurang selama 30 menit dari desa dengan ditemani pemandu. Dalam perjalanan, pengunjung disuguhkan hamparan sawah dan ladang milik masyarakat yang sebagian besar ditanami bawang merah dan buah salak.

Di lokasi yang berbeda juga terdapat sumber mata air panas bercampur dengan belerang yang mengalir dari bebukitan yang berada di hulu desa. Air panas ini menggenangi lahan milik warga dan membentuk telaga.

Dosen Pariwisata USU, Koko Sujatmoko, saat melakukan kunjungan langsung ke daerah tersebut, dalam rangka pengabdian masyarakat dari LPPM USU menyebutkan, kekayaan serta kearifan lokal yang dimiliki Desa Liang Pematang memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai desa wisata.

Bila dikelola secara profesional dengan tetap menjaga kelestarian alam, serta sosial budaya masyarakatnya, daerah ini mampu menjadi Desa Wisata yang dapat menarik wisatawan dari luar daerah bahkan hingga manca negara.

"Desa ini berpotensi menjadi desa wisata karena kondisi alamnya sangat mendukung, kehidupan sosial masyarakatnya juga masih sangat kental dengan tradisi budaya, hal ini sangat menarik dijadikan sebagai atraksi wisata," jelasnya, Sabtu (7/8).

Koko menyebut, selain menjadi objek wisata yang menarik pengunjung, pengembangan pariwisata di daerah tersebut juga akan memberikan peningkatan pendapatan bagi masyarakat lokal selain dari hasil pertanian.

"Tinggal lagi penguatan komitmen bersama masyarakatnya untuk bersama-sama membangun desa wisata yang berkesinambungan," sebutnya.

Lokasi wisata ini terletak tidak terlalu jauh dari Kota Medan, hanya saja, akses jalan yang masih kurang memadai menjadikan waktu tempuh agak sedikit lama dari seharusnya. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Kota Medan untuk sampai ke lokasi tersebut dengan menggunakan mobil maupun sepeda motor.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi