Kejari Asahan Didesak Menetapkan Tersangka Baru

Kejari Asahan Didesak Menetapkan Tersangka Baru
MS yang ditetapkan sebagai tersangka dan didampingi kuasa hukum, Bahren Samosir keluar dari kantor Kejaksaan, Rabu (18/8). (Analisadaily/Arifin)

Analisadaily.com, Kisaran - Seorang pengamat pembangunan, Iwan Sinuraya mendesak Kejaksaan Asahan untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan ternak lembu yang saat ini ditangani oleh Kejaksaan Asahan dan sudah menetapkan dua orang tersangka.

"Seharusnya Kejaksaan Asahan jangan berhenti sampai disini untuk mencari tersangka lain dalam kasus kasus dugaan korupsi pengadaan ternak lembu," kata Iwan Sinuraya yang juga mantan rekanan, Rabu (25/8).

Dalam kasus ini, lanjut Iwan menjelaskan, banyak kejanggalan yang ditemukan dari mulai perencanaan sampai pelelangan di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Asahan, perusahaan sudah diarahkan sebagai pemenang lelang.

"Kejanggalan sudah sudah jelas, kalau kita lihat keterangan dari Kejaksaan bahwa perusahaan MS yang sudah diarahkan sebagai pemenang lelang dalam kegiatan pengadaan ternak lembu, artinya pada saat lelang sudah ada persekongkolan antara semua pihak yang terkait seperti Dinas, rekanan maupun UKPBJ sendiri sudah mengetahui bahwa perusahaan tersebut tidak layak jadi pemenang lelang," ujar Iwan.

Dia juga mengapresiasi langkah Kejaksaan yang sudah menetapkan dua orang diantara MS dari rekanan dan NS mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai tersangka dalam kasus ini. "Melihat kasus ini Kejaksaan Asahan pasti bisa menetapkan tersangka baru, karena kasus ini sudah banyak kesalahan dari mulai perencanaan sampai pelelangan di UKPBJ," ujarnya.

Kejaksaan Negeri Asahan, Aluwi melalui Kasi Intel Josron Malau mengatakan bahwa kasus ini masih didalami meskipun pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka. "Kasus ini masih berlanjut, kalau dua tersangka ini nanti mau menyebutkan siapa-siapa saja yang terlibat di dalam persidangan pasti kita akan lakukan penyelidikan awal," ujar Josron.

Disinggung dengan keterangan realis dari Kejaksaan Asahan yang menyatakan bahwa perusahaan MS sudah diarahkan sebagai pemenang, Josron membenarkan bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidikan terhadap NS perusahaan MS sudah diarahkan sebagai pemenang dalam pengadaan ternak lembu di Dinas Peternakan Kesehatan dan Hewan (PKH).

"Perusahaan MS ini tidak layak jadi pemenang karena persyaratan pengalaman perusahaan minimal harus dua tahun sehingga bertentangan dengan prinsip pengadaan barang/jasa Pemerintah sebagaimana ketentuan Perpres nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan barang/jasa Pemerintah," josron.

Josron juga mengakui bahwa perbuatan UKPBJ melawan hukum yang mana telah melanggar Perpres nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan barang/jasa Pemerintah karena memenangkan perusahaan MS. "Perbuatan melawan hukum yang dilakukan UKBPJ sudah kita temukan tapi belum memenuhi unsur pidana maka kami butuh waktu untuk membuktikan unsur pidananya," ujarnya.

Sementara Zulkarnain Nasution dari UKPBJ yang juga panitia lelang mengatakan bahwa pihaknya sudah diperiksa oleh Kejaksaan Asahan.

"Dalam kasus ini kita sudah diperiksa oleh Kejaksaan sebanyak lima kali," ujar Zulkarnaen Nasution.

Zul membantah kalau peserta lelang pengadaan ternak lembu tersebut diarahkan sebagai pemenang lelang.

"Kalau peserta lelang diarahkan untuk sebagai pemenang, PPK bisa membatalkan peserta pemenang lelang tersebut, jadi tidak benar kami memenangkan peserta lelang yang sudah diarahkan," ujarnya.

Sebelum Kejaksaan sudah menetapkan dua orang tersangka MS selaku rekanan dan NS sebagai mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PKH Asahan dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan ternak lembu dengan anggaran Rp 1 miliar tahun 2018 dan mengakibatkan kerugian negara Rp 615 juta.

"Kita sudah menetapkan MS sebagai tersangka dan langsung kita tahan di rumah tahanan Polres Asahan, sedangkan NS tidak kita di karena dari sisi kemanusiaan yang saat ini sedang hamil," kata Josron Malau.

(ARI/CSP)

Baca Juga

Rekomendasi