Radiapoh Dongkrak Perekonomian Petani Simalungun

Radiapoh Dongkrak Perekonomian Petani Simalungun
Sibarani, Sekda Simalungun Esron Sinaga foto bersama dengan 32 pengurus koperasi di 32 kecamatan se Simalungun, Rabu (29/9). (Analisadaily/Fransius Hartopedi Simanjuntak)

Analisadaily.com, Simalungun - Pemerintah Kabupaten Simalungun menggencarkan komunikasi dengan Kementerian/Pemerintah Pusat untuk mendongkrak perekonomian di masa mendatang.

“Dari usaha-usaha yang kita lakukan, memperoleh akses dengan Badan Usaha Milik Rakyat Pangan Terhubung Sukabumi," kata Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga, Rabu (29/9).

"BUMR Pangan Terhubung tersebut telah meningkatkan ekonomi petani khususnya padi dan sawah sejak 2017. Petani di Sukabumi diorganisasikan dalam bentuk badan hukum koperasi," ujar Radiapoh pada pertemuan dengan Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Anang Noegroho Setyo Moeljono, Deputi Teknis IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) Kementerian Pertanian Famela Fadhila dan Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM, Riza Damanik di Siantar, Rabu (29/9).

Ia lanjut menjelaskan, keberadaan organisasi petani dalam bentuk koperasi dimaksudkan agar petani bisa mengorganisir usaha untuk mencapai skala keekonomisan (economical of scale) serta memiliki paradigma atau mindset korporasi dan bisnis. Hingga para petani dapat membangun posisi tawar yang lebih besar di pasar produk-produk pertanian, serta tidak termajinalkan lagi dalam perekonomian.

Kata dia, di Simalungun salah satu daerah penghasil beras, justru sampai mengekspor ke daerah lain. Namun kondisi pertanian di Simalungun akhir-akhir ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Jadi kesempatan ini adalah momentum yang luar biasa untuk mengembalikan Kabupaten Simalungun menjadi lumbung beras terbesar di Sumatera Utara.

Radiapoh juga menegaskan semangat tersebut sejalan dengan gagasan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk membangun korporasi petani dan nelayan.

“Mari kita gunakan kesempatan ini sebagai momentum awal pembentukan korporasi petani di Kabupaten Simalungun. Model korporasi petani yang ada di Sukabumi itu akan kita terapkan di Kabupaten Simalungun,” ucap Radiapoh.

Sebelumnya ia mengajukan proposal kepada Joko Widodo dengan menyerahkan Master Plan pembangunan korporasi Petani dan Nelayan di Kabupaten Simalungun.

"Dari hasil pertemuan-pertemuan dengan pemerintah pusat, Pemkab Simalungun mulai membangun korporasi petani di Kabupaten Simalungun yang akan berbentuk Perseroan Terbatas BUMR Pangan Simalungun sesuai dengan yang dikembangkan PT BUMR Pangan Terhubung di Sukabumi, sebagai wadah berkumpulnya organisasi petani," tutur Radiapoh.

Menurutnya, untuk menuju kepada hal dimaksud, kini telah dibentuk Koperasi Pangan Haroan Bolon (KPHB) serta telah dihidupkan kembali PD Agro Madear.

"Saya mengajak seluruh stakeholder di Kabupaten Simalungun untuk bersama-sama membangun demi kemajuan daerah ini ke depan," serunya.

Pada pertemuan ini, Anang, berharap semua gagasan Bupati Simalungun serta masyarakat dapat terwujud.

"Korporasi petani dan nelayan merupakan projek prioritas nasional, jadi ke depan kita berhadap korporasi petani dan nelayan mempunyai Perpres. Kami meyambut baik upaya Bupati Simalungun untuk membangun korporasi petani dan nelayan di daerah ini," ucap Anang.

Dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pjs Dirut PD Agro Madear Topot Saragih dan Ketua KPHB Jhon Mejer Purba serta Dirut PT BUMR Pangan Terhubung Mohamed Farel.

Isi MoU antara PT BUMR Pangan Terhubung dengan PD Agro Madear, antara lain, bahwa Pihak I (PT BUMR Pangan Terhubung) berperan menanamkan investasi dalam bentuk sumber daya manusia, bangunan, mesin, peralatan dan perlengkapan, teknologi informasi, dan dana.

Sedangkan Pihak II (PD Agro Madear) berperan menyediakan lahan seluas lebih kurang 20 (dua puluh) hektare yang berlokasi di Kabupaten Simalungun sebagai tempat pendirian PT BUMR Pangan Simalungun.

Sedangkan MoU antara PT BUMR Pangan Terhubung dengan Koperasi Pangan Haroan Bolon (KPHB), antara lain berisi, Pihak I (PT BUMR Pangan Terhubung) berperan menanamkan investasi dalam bentuk sumber daya manusia, bangunan, mesin, peralatan dan perlengkapan, teknologi informasi, dan dana.

Pihak II (KPHB) berperan mengorganisasikan petani-petani Kabupaten Simalungun yang bergerak dalam komoditas padi/beras, jagung, ubi kayu, dan/atau kentang, atau komoditas lain sesuai perkembangan dan kebutuhan.

(FHS/CSP)

Baca Juga

Rekomendasi