AIMI dan PLN UIW Sumut Tutup Program Pendampingan Ibu dan Anak di 1.000 HPK

AIMI dan PLN UIW Sumut Tutup Program Pendampingan Ibu dan Anak di 1.000 HPK
Penutupan Program Pendampingan Ibu dan Anak di 1.000 HPK (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Dalam rangka penutupan program peningkatan kesehatan melalui pendampingan ibu dan anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) bersama PLN menyelenggarakan seremoni yang turut dihadiri Camat Patumbak, Syahdin Setia Budi Pane, dan Kepala Desa Marindal II, Jufri Antono.

AIMI gencar mengadakan program ini sebagai edukasi betapa pentingnya kandungan nutrisi yang diasup anak balita dalam 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) disebut stunting.

Sebanyak 3 dari 10 anak balita di Sumatera Utara (Sumut) mengalami stunting. Stunting ini sendiri mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sehingga anak stunting berpeluang memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

“Program ini telah menjangkau 100 ibu hamil melalui kelas pendampingan ibu hamil sehat dan kelas ibu menyusui bahagia. Selain itu, 120 ibu yang memiliki anak dibawah usia 2 tahun melalui intervensi gizi berupa dukungan pemberian makanan tambahan balita dan peningkatan pelayanan posyandu. Di samping itu, ada juga pendampingan melalui kelas ayah ASI serta peningkatan kapasitas kader-kader kesehatan masyarakat,” kata Ketua AIMI Sumut, RA Dwi Pujiastuti, Kamis (2/12).

Bagi PLN sendiri, dukungan dalam program ini sebagai salah satu komitmen mendukung tujuan SDGs poin 2 yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Dalam hal ini PLN fokus pada prevalensi kekurangan gizi pada anak balita yang nantinya akan berdampak dalam masa tumbuh kembangnya.

Total bantuan untuk mendukung berjalannya program ini PLN memberikan bantuan senilai Rp 119.660.000, yang diserahkan pada bulan Desember 2020 lalu.

“Sebagai pendukung program ini, kami berterima kasih kepada pak Camat dan pak Kades sudah menerima dan melaksanakan program selama satu tahun. Mulai dari 01 Desember sampai dengan 30 November 2021. Melalui program ini semoga stunting dapat diminimalisir dan akan hadir generasi yang luar biasa,” tutur Manajer Komunikasi dan TJSL, Yasmir Lukman.

Menurut Dwi, pendampingan CSR PLN Peduli dari program ini dimulai sampai dengan penutupan sangat diapresiasi.

“AIMI sangat mengapresiasi dukungan dari pihak desa, kecamatan dan CSR PLN Peduli. Harapannya desa ini menjadi inspirasi bagi desa lain untuk pencegahan stunting di masyarakat,” ungkap Dwi.

“Kami siap berkolaborasi untuk melanjutkan program menjangkau desa yang lebih luas lagi,” sambut Yasmir.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi