Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberikan keterangan usai bertemu dengan tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Budaya di Medan, Jumat (11/2) (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Angka kasus Covid-19 di Sumatera Utara terus meningkat, dan mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi, Edy Rahmayadi mengimbau masyarakat agar melengkapi vaksinasi hingga ketiga atau booster.
"Dengan melengkapi dosis hingga booster, dapat mencegah gejala berat bahkan kematian akibat Covid-19. Kita kejar vaksinasi ini, yang rata-rata terkena parah sampai meninggal dunia itu orang-orang yang belum divaksin,” kata Edy saat bertemu dengan tokoh lintas agama, adat, masyarakat, serta pemuda di Medan, Jumat (11/2).
Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Sumut untuk dosis pertama sudah berada pada angka 90 persen, dosis kedua 59,70 persen, dan dosis ketiga baru 2,80 persen.
Saat ini baru 12 kabupaten/kota yang capaian dosis kedua sudah di atas 70 persen. Yaitu Kota Medan, Binjai, Gunung Sitoli, Pematangsiantar, Sibolga, Kabupaten Dairi, Toba, Karo, Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, Samosir, dan Humbang Hasundutan.
Anggota Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Restuti Saragih membantah anggapan apabila sudah divaksin, maka boleh melonggarkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan lain sebagainya.
Vaksinasi tidak membuat orang kebal terhadap Covid-19. Virus tersebut tetap masuk ke dalam tubuh meski divaksin. Namun dengan vaksinasi, gejala akibat infeksi virus jadi lebih ringan bahkan tidak bergejala.
Restuti juga mengatakan vaksin merek apapun tetap mampu meningkatkan imunitas tubuh. Dikatakannya, masih banyak masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin. Hal itu tentunya akan menghambat capaian vaksinasi.
“Vaksin merek apapun, kemampuannya kalau kita tertular kena Covid, maka perlindungan vaksin akan menjadi membuat kita tak bergejala. Akibatnya akan tercegah dari sakit berat akan terhindar dari kematian,” kata Restuti.
Selain itu, vaksin Covid-19 yang beredar saat ini sudah mendapat status halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Vaksin juga dijamin aman. Efek samping paska vaksin sebagian besar ringan dan dapat diatasi.
"Biaya penanganan kejadian ikutan paska imunisasi ditanggung pemerintah, dan lebih besar risiko yang dihadapi jika tidak vaksinasi, sakit dan meninggal, serta menularkan pada orang-orang tercinta," kata Restuti.
(JW/CSP)